oleh

KPU Kab Bandung Siap Lanjutkan Pilkada

Kadinkes Ingatkan Protokol Kesehatan

SUMEDANGESKPREES.COM , BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung menyatakan, siap untuk melanjutkan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Untuk itu, KPU wajib menaati aturan sebagaimana amat Kadinkes Kabupaten Bandung, yakni melaksanakan protokoler kesehatan. 

“Kami tegaskan, bahwa KPU siap melaksanakan pilkada serentak ini dengan syarat mentaati aturan. Karenanya, beberapa kali kami melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan parpol, agar pelaksanannya nanti tetap melaksanakan protokoler kesehatan,” tegas Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Batoya SP MM kepada wartawan, baru-baru ini.

KPU mengakui anggaran yang diajukan semakin besar karena ada anggaran tambahan keperluan untuk pembelian alat pelindung diri (APD). 

“Anggaran yang diajukan semula hanya Rp 99 miliar, kini bertambah menjadi Rp 106 miliar, karena harus membeli kelengkapan APD bagi penyelenggara yang tersebar di 6.846 TPS se-Kabupaten Bandung,” tandasnya.

Baca juga :
Timses Harus Taati Aturan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Drg Grace Mediana menegaskan, penerapan protokol kesehatan pada tahapan Pilkada harus menjadi perhatian semua pihak. Sebab, jika aturan ini diabaikan dikhawatirkan penularan Covid-19 akan terjadi pada cluster baru ini. 

“Kami jelaskan, bahwa wajib hukumnya untuk menerapkan protokol kesehatan pada saat pelaksanaan tahapan Pilkada Kabupaten Bandung. Untuk itu kami akan selalu berkoordinasi dengan semua stakeholder terkait,” jelasnya. 

Dinkes, kata dia, terus berkoordinasi dengan pihak TNI, Polri dan Satpol PP. Demikian juga  KPU dan Bawaslu, agar kedua penyelenggara Pilkada ini terus menegakkan disiplin protokol kesehatan.

“Kami berharap, Pilkada bisa sukses dan masyarakat tetap sehat dengan penetapan protokol kesehatan,” katanya. 

Sejumlah Instruksi dari pemerintah pusat, khususnya pusat gugus tugas Covid 19, tentang mekanisme Pilkada supaya berjalan dengan baik dan tidak mengabaikan protokol kesehatan. 

Berdasarkan keterangan dari pusat, setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) hanya terdiri dari 500 pemilih. Nantinya, pada saat pelaksanaan pencoblosan, kehadiran pemilih akan dibagi menjadi lima sesi. 

“Sebelum masuk ke tempat pemilihan,  protokol kesehatan harus dijalankan. Seperti pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan. Saya mendengar, nanti akan diberikan sarung tangan untuk masyarakat yang melakukan hak pilihnya. Sehingga, tidak ada kontaminasi Covid-19 dari paku tersebut. Hal ini tentu untuk menjaga agar Pilkada berjalan aman, lancar dan masyarakat pemilih yang  sehat yang paling utama,” pungkasnya. (cr2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed