oleh

Usaha Kecil Harus Putar Otak

Masa Pandemi Jasa Las Sepi Orderan

SUMEDANGESKPRES.COM , JATINANGOR – Dampak pandemi Covid-19, para pengusaha dan perajin las sepi orderan. Salah satunya pemilik Yuan Jaya Las di Dusun Solokan Jarak Desa Cipacing Yayat Wahdiyat. 

Menurutnya, sejak pandemi Covid-19, orderan membuat pagar dari besi atau kanopi rumah sangat sepi. Bahkan, untuk memutar otak agar produksi tetap jalan, dirinya harus kreatif dan berinovasi menciptakan sesuatu yang baru dari bahan besi dan alumunium. 

“Akibat Covid-19 ini, usaha kami jadi terdampak pak. Susah mau memperkerjakan karyawan juga. Jangankan untuk karyawan, untuk makan sehari-hari pun sangat sulit. Makanya, kami mencoba berkreasi menciptakan sesuatu yang baru, yang lagi tren di masyarakat,” kata Yayat. 

Lanjut Yayat, Yuan Jaya Las menerima orderan tempat hidroponik karena sekarang sedang ramai bertani hidroponik. Pihaknya membuat dudukan tanaman hidroponik dan instalasi hidroponiknya. 

Baca juga :
Pandemi, Persalinan Justru Meningkat

“Yang order instalasi hidroponik ada, tapi gak banyak. Alhamdulillah bisa bertahan sampai sekarang, minimal produksi harus jalan terus,” katanya. 

Kini, lanjut pria yang juga Ketua RW 13 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor ini, Yuan Jaya Las menerima pesanan pot bunga dari besi dengan motif sepeda. Atau, apa saja tergantung minat pemesan. 

“Alhamdulillah, ada yang pesan pot bunga. Karena sekarang lagi musim tanman janda Bolong. Jadi ada yang order. Ya motifnya apa aja tergantung permintaan konsumen. Kami mah tinggal melihat gambarnya, insya allah segala bentuk dan motif pot bunga kami bisa mengerjakan,” katanya. 

Untuk memesan pot bunga, lanjut Yayat, tergantung kesulitan dan bahan baku yang digunakan. Sehingga, harganya pun bervariasi, mulai dari Rp250 per meter hingga Rp450 ribu per meter. Untuk sehari produksi, dirinya mampu mengerjakan 10 buah pot bunga ukuran biasa. 

“Pernah juga ada yang memesan jemuran baju lipat yang dipasang di dinding. Ada juga yang memesan stand infus kesehatan. Ya pokoknya segala jenis perabot rumah tangga dari bahan besi, insyaallah saya bisa,” katanya. 

Sebagai ketua RW, ditengah pandemi Covid-19, dirinya harus mengatur waktu dan membagi waktu antara tugas sebagai RW dan pengusaha Las. Sebab, tak jarang masyarakat kesulitan dalam mencari nafkah maupun tentang protokol kesehatan. 

“Makanya kami pasang spanduk di rumah terkait pentingnya menerapkan 4M Protokol kesehatan. Di samping tugas sebagai RW saya juga harus pintar mencari nafkah ditengah pandemi Covid-19 ini,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed