oleh

Bawaslu Cecar Anggota Dewan

Terkait Janji Pemberian Sapi ke Relawan

SUMEDANGESKPRES.COM , SOREANG – Politisi Partai Golkar H Yanto Setianto mengaku dipanggil Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bandung, Rabu (7/10) lalu. Dia dimintai klarifikasi soal janji memberikan sapi kepada simpatisan yang memenangkan pasangan Nia-Usman di daerah pemilihan 2, Katapang, Margahayu, Margaasih dan Dayeuhkolot, beberapa waktu lalu.

Terang Yanto, selaku Anggota DPRD Kabupaten Bandung, dia dipanggil Bawaslu karena adanya laporan seorang warga. Menurutnya, ada sejumlah pertanyaan yang dilayangkan Bawaslu Kabupaten Bandung.

Di antaranya, terkait jadi tim sukses pasangan Calon Hj Kurnia-Usman Sayogi. Kemudian soal pemberitaan di media massa terkait janji memberikan seekor sapi “lintuh” kepada konstituen atau Komunitas Baraya Haji Yanto (Bahaya), saat deklarasi virtual pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Bandung yang diselenggarakan di Margahayu, beberapa waktu lalu.

“Saya dipanggil Bawaslu, di antaranya soal pemberitaan sapi lintuh. Memang saat itu saya akan memberikan seekor sapi kepada tim konstituen atau tim relawan Baraya Haji Yanto di satu desa, dari 24 desa se-Dapil 2, sebagai rasa syukur saya, bila mereka bisa menjabarkan keinginan saya,” ucap Yanto kepada wartawan saat berkunjung ke Sekertariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung, Jalan Ciloa, Pamekaran, Soreang, Kabupaten Bandung, baru-baru ini.

Yanto mengatakan, pernyataan itu disampaikan saat deklarasi virtual pasangan bakal calon yang menghadirkan tim relawan Baraya Haji Yanto (Bahaya). Dan, kapasitasnya saat itu, bukan sebagai tim pemenangan pasangan calon NU Pasti Sabilulungan (Hj Kurnia Agustina-Usman Sayogi).

“Bu Nia juga saat itu belum jadi calon, karena belum mendaftarkan diri ke KPU, jadi belum ada nomor urutnya berapa,” ujar dia.

Selain m sapi lintuh, tutur Yanto, Bawaslu menanyakan soal SK tim logistik dalam pemenangan pasangan calon Kurnia-Usman yang telah dilaporkan ke KPU.

“Saya justru baru tahu ada SK tim logistik saat ditanya di Bawaslu tadi,” kata Yanto.

Kemudian yang jadi pertanyaan Baswaslu, yaitu laporan soal memberikan sapi saat kunjungan paslon Kurnia, di Margaasih oleh seorang tim paslon lainnya. “Itu tidak nyambung, jadi salah persepsi disangka saya memberikan sapi saat kunjungan Ibu Nia di Margaasih, padahal fotonya saat di Margahayu,” tuturnya.

Yanto menegaskan tidak akan mencabut pernyataannnya terkait pemberian seekor sapi kepada tim relawannya. Bahkan, tidak akan menyalahkan wartawan yang menulis berita terkait hal itu.

“Justru saya apresiasi pada wartawan yang menulis, soal judul berita sebagaimana ditanyakan pihak Bawaslu saat saya dipanggil, itu kan hak wartawan, bukan kewenangan saya,” pungkasnya. (cr2/kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed