oleh

Orang Tua Semakin Repot Sistem Daring

Anak Usia Sekolah Jadi Lebih Banyak Bermain

SUMEDANGEKSPRES.COM – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring (online) di Sumedang mulai menuai persoalan. Sejumlah orang tua murid, kini mulai mengeluh soal waktu pembelajaran secara daring.

Sejumlah wali murid mengeluh lantaran banyak persoalan yang muncul. Di antaranya soal waktu pembelajaran siswa, siswa menjadi lebih banyak bermain ketimbang belajar.

Dengan masih dilakukannya sistem online, banyak orang tua murid yang mengeluh. Tidak hanya beban mereka yang semakin besar kerena mengawasi anak belajar.

“Saya sebagai orang tua siswa merasa kesulitan dalam pendampingan pembelajaran anak, pertama saya bekerja sehingga saya sangat repot harus membagi waktu antara pekerjaan dan pendampingan anak saya,” ungkapan oleh Ira Irawati (38), seorang wali murid.

Wali murid tidak semuanya paham dan mengerti dengan belajar secara online tersebut. “Dengan adanya belajar online tidak membuat anak-anak kami ngerti dengan materi pelajaran, malah tambah malas dan tidak disiplin,” tambah Ira ketika ditemui di sela-sela pekerjaannya.

Tidak hanya persoalan belajar, tidak dilaksanakan proses belajar mengajar di sekolah, membuat anak usia sekolah betah bermain di luar rumah. Pantauan Sumeks di lapangan, tidak sedikit anak usia sekolah SD dan SMP kerap berkumpul di alun-alun.

Ironisnya lagi, tidak sedikit dari mereka, menerapkan protokol kesehatan. Masker utamanya. Mereka bermain, seolah tidak berada pada masa pandemi. (cr3)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed