oleh

Petani Tembakau Minta Tunda Kenaikan Cukai

SUMEDANGEKSPRES.COM, SUKASARI – Petani tembakau di Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, meminta pemerintah menunda kenaikan cukai di 2021. Kenaikan cukai di masa pandemi Covid-19 ini, menjadi ancaman bagi rantai bisnis tembakau, termasuk bagi petani.

Menurut Ahmad Tajudin salah seorang petani tembakau, mewakili para petani, meminta agar kenaikan cukai ditunda terlebih dahulu dengan mempertimbangkan dampaknya kepada petani tembakau.

“Kami juga meminta kebijaksanaan pemerintah dalam menyusun regulasi terkait IHT termasuk RPJMN 2020-2024. Terlebih lagi di masa pandemi yang kian berdampak pada kelambatan serapan komoditas oleh pabrikan dan harga yang anjlok,” ujarnya kepada Sumeks, Rabu (14/10).

Kenaikan tarif cukai rokok sendiri, sudah berlaku efektif sejak awal tahun sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 152 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Kalaupun pemerintah ingin melakukan perubahan di industri tembakau dan pergeseran, maka para petani harus dibina dan dipikirkan betul.

“Ya saya berharap sebagai petani tembakau, kenaikan cukainya jangan terlalu tinggi untuk memberikan ruang hidup bagi masyarakat kita sendiri. Para petani tembakau juga dari dulu ikut berjuang mendirikan negara ini. Mereka semua juga harus terpenuhi haknya sebagian petani yang harus ada tempat yang layak agar para petani bisa sejahtera,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, peningkatan pendapatan negara dan menekan angka konsumsi rokok dicanangkan melalui reformasi fiskal yang arahnya kian meningkatkan tarif cukai rokok. Serta, menghidupkan kembali aturan penyederhanaan struktur tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang sebelumnya pernah dibatalkan. (cr1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed