oleh

Perizinan Radio Komunitas Berbelit-belit

SUMEDANGEKSPRES.COM – Ketua Paguyuban Radio Komunitas (Rakom) Kabupaten Sumedang, Sitam Rasyid berjanji akan mengupayakan masalah perizinan radio komunitas di Sumedang yang dinilai rumit dan berbelit-belit.

“Saya prihatin, karena dari sekian jumlah Rakom yang ada di Sumedang saat ini, rata – rata belum memiliki izin resmi dari pemerintah,” kata Sitam kepada Sumeks usai acara Sosialisasi Penyalahgunaan Frekuensi dan Pembentukan Pengurus Radio Komunitas Kabupaten Sumedang di Gunung Kunci, Kamis (22/10).

Padahal, kata dia, menurut Peraturan Mentri Komunikasi dan Informatika, mengurus izin tersebut bisa tuntas hanya dalam kurun waktu enam bulan, tanpa harus keluar uang sepeserpun.

“Sebagai ketua, saya akan dorong agar semua Rakom di Sumedang memiliki legalisasi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan bersinergi dan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, terutama dalam bidang informasi tentang pembangunan.

“Kan di daerah – daerah ada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Mudah – mudahan Pemda bisa melibatkannya dalam urusan ini,” tuturnya.

Selanjutnya, untuk mempererat jalinan persaudaraan diantara sesama Rakom, dia akan mengagendakan silaturrahmi secara berkala. “Kita akan berkeliling menyambangi setiap Rakom di Sumedang,” katanya.

Bahkan, kata dia, sebagai orang nomor satu di paguyuban, Sitam bercita – cita membesarkan Radio Komunitas agar tidak lagi disepelekan.

“Jangan memandang sebelah mata kepada Rakom karena kami juga memiliki andil dalam memberikan sarana informasi dan hiburan kepada masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, dia meminta pemerintah untuk mengkaji ulang masalah kewajiban yang dinilai memberatkan Radio Komunitas.

“Kami dibebankan sama halnya seperti radio komersil pada umumnya. Padahal secara salary, penghasilan kami dari mana?” katanya.

Disebutkan, Radio Komunitas memiliki kewajiban membayar setiap tahun kepada pemerintah atas zona dan frekwensi yang dipakai. “Kalau di hitung – hitung, sama dengan bayar pajak mobil,” katanya.

Mulai saat ini, pihaknya akan berupaya keras, untuk memperjuangkan eksistensi Radio Komunitas agar menjadi radio yang memiliki kredibilitas dalam menginformasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pemerintahan di Sumedang.

“Radio Komunitas harus menjadi garda terdepan bersama warga dan pemerintahan desa, untuk ikut serta dalam segala aspek pembangunan terutama yang berkaitan dengan bencana nasional, dalam melawan Covid 19,” ujarnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed