oleh

Musda X Golkar Sumedang Masuk Babak Baru

SUMEDANGEKSPRES.COM – Polemik Musda X Partai Golkar Sumedang saat ini memasuki babak baru. Diketahui, masa persidangan ke 2 di Mahkamah Partai telah dilakukan jawabam termohon 1, 2 dan 3. Yakni dari Ketua Penyelenggara SC dan OC, Pengurus DPD Partai Golkar Sumedang periode 2015-2020 dan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.

Ketua Penyelenggara SC Ifan Yudi Wibowo, tanpa kuasa hukum mengaku telah memberikan jawaban atas keberatan hasil Musda X yang disampaikan oleh pemohon, yakni kubu Yogie Yaman Sentosa. Sedangkan termohon 2 dan 3, menyampaikan jawabanya melalui kuasa hukumnya masing-masing.

“Ya tentu jawaban kami dari SC sesuai apa yang di Mohonkan oleh pemohon atas keberatan dengan apa yang dianggap merugikanya dalam Musda X. Terutama mengapa tidak dilakukan verifikasi faktual kepada para Pemilik suara dalam musda,” ujarnya kepada Sumeks, Selasa (27/10).

Selain itu, lanjut Yudi, jawaban lainnya adalah terkait bagaimana proses pelaksanaan penjaringan bakal calon. Apakah Musda sudah sesuai dengan AD/ART, Juklak Juknis Nomor No 2/ DPP/Golkar/ II/ 2020 Tentang Rapat dan Musyawarah, Peraturan Organisasi No 16/DPP/Golkar/VII/2016 dan peraturan lainya terutama yang tertera di Pasal 49.

“Namun pada dasarnya, semua pihak harap berfikir proporsional dan rasional menghormati Mahkamah Partai,” sebut Ifan.

Ifan juga menerangkan, kejadian tersebut harus dipandang sebagai langkah positif dimana pihak yang merasa dirugikan memilih jalur konstitusional ke MP sesuai Pedoman beracara yang diatur dalam Peraturan MP 14/DPP/GOLKAR/V/2017.

“Sehingga pada akhirnya seluruh kewenangan pada saat ini ada di MP hingga nanti para hakim akan memutuskan perkara perselisihan ini sesuai kewenanganya. Untuk itu saya harap semua pihak untuk bersabar dan tidak melakukan langkah – langkah yang inkonstitusional apalagi dalam persidangan kemarin hakim MP mempertanyakan mengapa sudah ada SK Kepengurusan,” paparnya.

Sementara itu, Ifan yang juga sebagai Wakil Ketua bidang Hukum dan Ham (Domisioner) mengingatkan, agar partai tertib administrasi dan hukum. Jangan sampai direduksi pada hal lainya yang tidak ada kaitannya.

“Ini partai politik bukan organisasi biasa. Parpol itu bagian dari instrumen negara jadi jangan main – main,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Ifan memprediksi jika perselisihan internal atas hasil Musda X ini bisa saja berjalan panjang. Dikarenakan MP keputusanya merupakan Keputusan pada Tingkat Pertama.

“Artinya bisa saja masalah ini sampai ke Mahkamah Agung (MA) RI dan semua itu merupakan hak dari setiap kader partai untuk melakukan upaya hukum. Dan itu sangatlah positif dalam dinamika membangun dan mencerdaskan kader Partai Golkar,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sumeks, sidang lanjutan akan dilaksanakan pada awal Nopember 2020 dengan agenda pembuktian. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed