oleh

PPM LPPM ITB Kembangkan Budidaya BSF

SUMEDANGESKPRES.COM , JATINANGOR – Mulai Agustus sampai Oktober 2020, Tim Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)-ITB, mengadakan pembinaan berupa pelatihan ke kelompok tani binaannya. Diantaranya, budidaya black soldier fly (BSF), pembuatan pakan ternak dan ikan, manajemen usaha serta bantuan ternak dan ikan.

Program PPM yang berjudul ‘Diseminasi Teknologi Pemanfaatan Serangga Sebagai Peningkatan Produksi Pertanian, Penyedia Sumber Nutrisi, Pengolah Limbah Organik, dan Bahan Baku Industri Pada Kelompok Tani Berbasis Budidaya dan Pengolahan Kopi’ ini merupakan program lanjutan dari tahun 2019. Program ini memakai sumber dana dari Kemenristek/BRIN melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Unggulan Perguruan Tinggi (PPMUPT) Kemenristek/BRIN 2020.

Ketua Tim PPM Dr Ramadhani Eka Putra mengatakan kelompok tani binaan pada program PPM ini adalah Kelompok Tani Bubuay dan Kelompok Tani Jaya Makmur Desa Genteng, Kecamatan Sukasari. Kemudian, Kelompok Maju Mekar Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong dan Kelompok Wanita Tani Mekar Harapan Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang.

“Pakan BSF dikenalkan dan diimplementasikan pada beberapa jenis ternak. Seperti, ayam petelur, ayam kampung, terlur puyuh dan ikan mas serta ikan nila,” ujar Dr Ramadhani Eka Putra.

Sedangkan produk samping BSF, kata dia, yaitu POC dan pupuk kompos Kasgot diberikan pada tanaman kopi sebagai sumber nutrisi pengganti pupuk sintetis.

“Hasil implementasi pakan BSF terhadap ternak memberikan efek positif terhadap pertumbuhan dan produksi ternak serta memangkas biaya produksi pakan hingga 50%,” jelasnya.

Dikatakan, sementara hasil implementasi POC dan pupuk kompos Kasgot juga dapat meningkatkan produksi tanaman kopi dan mengurangi biaya produksi.

Diharapkan, program PPM ini dapat membantu perekonomian rumahtangga dan wilayah desa binaan melalui pengembangan usaha BSF, pakan, ternak, ikan dan pupuk organik.

“Pengembangan usaha ini ke depannya tidak hanya dirasakan oleh wilayah desa binaan, namun dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas cakupannya,” jelasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed