oleh

Kartu Tani Bikin Galau Petani


CISITU – Sejumlah petani di Kabupaten Sumedang kembali mengeluh dengan adanya program Kartu Tani dari Kementerian Pertanian RI.

Program penyaluran pupuk bersubsidi tersebut, justru dianggap rumit karena pada kenyataannya para petani masih kesulitan untuk dapat mengakses kartu tersebut.

Salah seorang petani asal Desa Cisitu, Kecamatan Cisitu, Dadang mengatakan, untuk pendataan penerima Kartu Tani sendiri, hingga saat ini masih belum merata.

“Masih banyak yang belum terdata, termasuk saya sendiri,” ujarnya kepada Sumeks, Rabu (4/11).

Oleh sebab itu, dirinya kini mengaku sangat dirugikan karena harus membeli pupuk non subsidi. Sedangkan bagi yang memiliki Kartu Tani, mereka bisa mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

“Banyak yang belum dapat Kartu Tani, sehingga kami terpaksa harus beli pupuk non subsidi,” ungkapnya.

Sebelumnya, semenjak tidak ada program Kartu Tani, para petani justru merasa nyaman dengan mudahnya dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Sedangkan saat ini, justru seolah-olah menyulitkan para petani.

“Harusnya kan kartu tani membuat kemudahan untuk petani. Ini yang memiliki kartu tani saja mengeluhkan karena ada pembatasan pembelian pupuk,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang petani yang telah memiliki kartu tani, Eko membenarkan, dirinya dibuat pusing karena adanya pembatasan pembelian pupuk bersubsid.

“Kalau dulu gak ada pembatasan pembelian, sekarang jadi ada pembatasan. Biasanya saya memakai pupuk 3 karung sekarang hanya di beri 1 karung lebih saja,” tuturnya. (cr3)

Area lampiran

https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/no_photo.pngBalasTeruskan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed