oleh

Otewe Prancis Rp1,2 Miliar, Kadis Bungkam

KOTA – Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang tidak bisa menjelaskan terkait anggaran promosi ke Negara Prancis yang dianggarkan sebanyak Rp 1,2 miliar.

Saat di konfirmasi melalui telepon selular dan pesan WhatsApp oleh sejumlah media, Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumedang Hari Trisantoso tidak menjawab apa-apa.

Namun demikian, Ketua Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumedang Atang Setiawan menjelaskan jika anggaran Rp 1,2 M tersebut sudah masuk kedalam Rancangan Alokasi Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2021.

“Itu kemarin pas pembahasan komisi dengan dinas. Tapi sudah masuk di  RAPBD tahun 2021,” ujar Atang saat dikonfirmasi melalui telepon seluller, Kamis (19/11).

Sementara itu, sebelumnya Kadisparbudpora Sumedang Hari Tri Santoso sendiri pernah diingatkan oleh Direktur Wisata Alam, Budaya dan Buatan Kemenparekraf, Drs. Alexander Reyaan, M.M saat mengikuti salah satu acara di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor beberapa waktu lalu.

Alexander menyebutkan, untuk mencapai tujuan Kota Parawisata, Sumedang harus berani menetapkan Portofolio Produk Parawisata.

“Kata pa Kadisparbudpora, ada sekitar 93 Destinasi Wisata. Namun, saya pikir kalau ingin menjadi Kota Parawisata, jangan semuanya dikembangkan. Tetapi harus ada skala prioritas, yang mana harus dikembangkan terlebih dahulu,” paparnya.

Saat ini, lanjut Alexander, Pemkab Sumedang jangan dulu memikirkan untuk menarik wisatawan dari Luar Negeri, tetapi harus berusaha menarik wisatawan lokal terlebih dahulu.

“Jadi yang dikembangkan itu adalah yang berpotensi bisa mendatangkan wisatawan paling banyak, dan itupun harus berdasarkan skala prioritas,” tuturnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

  1. Di masa pandemi lbih baik dana tersebut di alokasikan ke hal yg lbih bermampaat masih banyak yg membutuhkan bantuan.jangan bilang semua tlah ada anggarannya memberikan anggaran lbh untuk yg terdampak pandemi itu lbh manusiawi.

News Feed