oleh

Omset Keripik Singkong Menurun Drastis

CISITU – Sejak pandemi covid 19 melanda, omset perajin keripik singkong di Kecamatan Cisitu menurun drastis. Produksi keripik singkong pun harus dikurangi karena lemahnya daya beli konsumen.

Salah satu perajin aneka keripik di Desa Pajagan Kecamatan Cisitu, Wawan mengakui adanya penurunan daya beli konsumen sejak beberapa bulan lalu.

Menurutnya, aktivitas kegiatan belajar mengajar yang dialihkan ke sistem online sangat berdampak kepada penurunan jumlah konsumen dari kalangan pelajar.

“Ada beberapa faktor yang mengakibatkan daya jual kripik menurun, salah satunya kegiatan belajar disekolah yang dialihkan ke belajar dirumah. Kita tidak bisa memasok barang ke warung-warung yang ada di sekolah,” kata Wahyu kepada Sumeks di kediamannya, Kamis (19/11).

Diakui, permintaan barang dari kantin dan warung-warung yang ada di sekolah cukup menunjang kepada bisnis kripik. Selain itu, permintaan dari masyarakat juga menurun hingga 60 persen, biasanya musim hajatan seperti ini banyak pesanan.

“Biasanya kalau musim hajatan banyak yang pesen, bahkan kita kewalahan untuk mencari bahan bakunya. Tetapi saat ini justru kita tidak berani produksi banyak,” kata dia.

Biasanya, kata dia, singkong sebanyak satu ton itu diproduksi sekaligus dan bisa habis dalam waktu singkat.

“Meski produksi tidak sampai terputus, tapi kita tetap merasakan penurunan daya jual keripik singkong,” pungkasnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed