oleh

Pengendara Hawatir Longsor

WADO – Akses Jalan Provinsi Sumedang-Malangbong via Wado, di Betulan Bunter, Desa Cikareo Selatan, Kecamatan Wado, hingga saat ini belum mendapat penanganan serius. Bongkahan longsoran terlihat masih dibiarkan seperti saat awal terjadinya longsor, padahal hal itu sangat dihawatirkan para pengguna jalan, akan terjadi longsor susulan.

Pasalnya menurut keterangan warga di sekitar lokasi kejadian, wilayah tersebut termasuk wilayah yang kontur tanahnya tergolong labil. Karena kelabilan tanah itulah, kemungkinan potensi longsor tinggi dan bisa mengancam pengguna jalan kapan saja.

Salah seorang pengguna jalan, Acep membenarkan dengan melihat kondisi tebing yang selalu mengalami longsor itu. Ia mengaku, cukup resah termasuk para pengguna jalan yang kerap melintas kawasan itu, apa lagi saat hujan turun dengan deras. Sebut dia, pengguna jalan yang melintas ke wilayah tersebut harus selalu was-was dengan tanah yang kemungkinan akan berjatuhan menutup jalan.

“Ditakutkan tanah itu bisa ambruk menimpa jalan bahkan bisa menimpa penggunanya. Menurut saya itu cukup bahaya, tapi tidak tahu kalau versi pemerintah mah. Kalaupun tanah yang longsor tidak penimpa jalan hanya di pinggir nya saja, tapi tanah tersebut bisa mengotori jalan dan membuat jalan licin, itu juga berbahaya, kalau menurut saya. Jadi itu harus ditertibkan,” ujar Acep pada Sumeks, kemarin.

Oleh sebab itu, Acep mengingatkan kapada pengguna jalan yang belum tahu dengan kondisi medan alam di wilayah tersebut, harus selalu waspada, apalagi saat malam hari, kondisi di jalan tersebut tidak terlalu terang.

“Saya lebih khawatir lagi kalau ada pengguna jalan yang tidak tau medan,” kata dia.

Selain itu, jalan yang terancam longsoran dari tebing itu cukup berkelok-kelok dan kalau misalkan jalan tersebut tertimpa longsor cendrung tidak akan cepat terlihat oleh pengguna jalan, jadi itu bisa menambah potensi kecelakaan.

“Jalan ini juga kan menikung, jadi kalau misalkan ada tanah yang menimpa jalan, kurang begitu terkontrol oleh kita,” kata dia.

Sementara ity, para pengguna jalan lainnya pun berharap ada tindakan dari pihak terkait untuk membuat tembok penahan tanah atau upaya lainnya yang bisa mencegah longsoran dari tebing menimpa jalan provinsi itu.

“Upaya apapun silakan saja yang penting jalan ini aman,” pungkasnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed