oleh

46 Anak Punk Dipulangkan Dinsos

KOTA –  Sebanyak 46 anak punk tanpa identitas, dipulangkan Dinsos P3A Kabupaten Sumedang ke daerah asalnya, Senin (4/2). Berdasarkan informasi yang diperoleh, mereka berasal  dari Kabupaten Indramayu. Seluruhnya berjumlah 46 orang terdiri dari 28 laki-laki dan 15 perempuan dengan rentang usia berkisar 12 – 16 tahun.

24 diantara mereka, masih berstatus pelajar dan sisanya 19 orang sudah putus sekolah. Sedangkan untuk tiga orang anak lainnya, masih dimintai keterangan oleh pihak Polres Sumedang. Para anak punk tersebut, sempat ditampung untuk didata dan diberikan pembinaan oleh jajaran Dinsos P3A Kabupaten Sumedang.

Menurut pengakuan mereka, awalnya para anak punk tersebut mengaku akan menuju Bandung untuk menyaksikan pertandingan sepakbola. Namun tidak dilanjutkan, karena dalam perjalanan salah seorang anak punk dikabarkan meninggal dunia karena kecelakaan.

Plt Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumedang, Asep Tatang Sujana turut merasa prihatin dengan kondisi para anak punk tersebut. Dalam menangani permasalahan ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Camat Haurgeulis Kabupaten Indramayu.

“Kita akan mengantarkan mereka dan langsung berkoordinasi dengan Camat Haurgeulis yang kebetulan kebanyakan anak-anak ini warga Haurgeulis,” jelas Asep.

Dikatakan Asep, pihaknya juga telah memberikan pengarahan dan meminta pernyataan sejumlah anak punk melalui surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Asep juga mengimbau para orangtua untuk selalu memperhatikan dan memberikan pengawasan terhadap anak-anak. Para orangtua harus fokus memberikan edukasi dalam membentuk generasi yang unggul.

Menurutnya, tidak ada dalih apapun anak-anak lepas dari pengawasan orang tua. “Oleh karena itu, saya mengimbau para orangtua untuk selalu memperhatikan anak-anaknya dan fokus memberikan edukasi kepada mereka dalam membentuk generasi yang unggul,” tukasnya.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumedang, mengamankan dan membawa puluhan anak-anak dari setiap perempatan lampu merah di wilayah Sumedang Kota. Anak-anak usia sekolah ini dibawa ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan. Mereka dianggap kerap menggangu ketertiban dan ketentraman pengguna jalan yang melintas di stopan. Setelah didata, anak anak tersebut kantor Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumedang.

Berdasarkan keterangan dari Satpol PP, anak anak jalanan tersebut kedapatan mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat. Mereka mencegat truk di sejumlah pertigaan dan stopan di wilayah Sumedang Kota. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed