50 Pegawai BPN Jalani Rapid Test

Kasubag TU Kantor BPN Sumedang, Adang H. Darmawan saat diwawancara Sumeks di kantornya, kemarin.ASEP NURDIN/ SUMEKS

SUMEDANGEKSPRES.COM –  Sebanyak 50 pegawai Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumedang menjalani rapid test, yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Senin (15/6).

Rapid tes dilakukan, menyusul  kejadian terpaparnya virus korona,  yang menimpa salah seorang kepala sub seksi di kantor tersebut.

“Rapid hari ini baru 50 orang, itu yang memang dianggap pernah kontak dengan pasien yang positip swab,” kata  Kasubag TU Kantor BPN Sumedang, Adang H. Darmawan saat ditemui Sumeks di kantornya.

Yang bersangkutan, lanjut Adang, diketahui positif korona pada tanggal 9 Juni lalu, setelah menjalani swab test, empat hari sebelumnya di  Kota Depok, Jawa Barat, yang merupakan tempat tinggal dia selama ini.


“Tanggal 5 Juni dirapid test, tanggal 9 Juni hasilnya diketahui positif,” ujarnya.

Semenjak diketahui positif korona, yang bersangkutan saat ini diisolasi di Rumah Sakit Citra Medika Depok.

“Karena dia terpaparnya di Depok,” sebut Adang.

Sementara itu, yang bersangkutan diketahui terakhir masuk kerja pada tanggal 26 Mei (hari pertama masuk kerja, red)  sesuai dengan perintah dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Baca juga :

Sering Interaksi, DPRD Jalani Rapid Test

“Sedangkan pada tanggal 27 Mei, dia sudah tidak masuk kerja lagi. lantaran harus mengurus  sang istri,  yang sakit jantung. Dan sampai sekarang tidak pernah masuk kerja lagi,” paparnya.

Adang juga menyampaikan, selama ini yang bersangkutan tinggal di Kecamatan Pamulihan, tempat orang tuanya. Sedangkan untuk pulang ke Depok, biasa dilakukan setiap seminggu atau dua minggu sekali. 

“Tergantung bagai mana ada kepentingan saja,” katanya.

Di tempat sama, Kasubag TU Labiesda Kabupaten Sumedang Yayat Rohayati menyebutkan, hasil rapid tes yang dilakukannya itu menunjukan non reaktif.
“Tadi kita mulai jam 09.00 sampai jam 11.45 hasilnya non reaktif,” terangnya.

Rapid tes, merupakan langkah awal untuk mengecek seseorang,  apakah terpapar virus atau tidak.  “Jika rapid hasilnya menunjukan reaktif, maka langkah selanjutnya swab test,” tuturnya. (nur) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.