549 Siswa Jadi Keluarga Besar Smansa

KOTA – Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SMAN 1 Sumedang (Smansa), M Gofur Rohim mengatakan, dari hasil pelaksanaan pendaftaran siswa baru, pihaknya berhasil menjaring sebanyak 549 siswa.

Porsi tersebut terdiri dari Zonasi Murni sebanyak 268 orang atau 55 persen, Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) sebanyak 37 orang atau 20 persen, Zonasi Kombinasi 187 orang atau 15 persen, Prestasi Akasemisi sebanyak 31 orang atau 2,5 persen, Prestasi Non Akademisi sebanyak 21 orang atau 2,5 persen dan jalur Pemindahan Tugas Orang Tua Sebanyak 5 orang atau 5 persen.

“Siswa kita dibagi menjadi tiga kelas program. Kelas Mipa, IPS dan Bahasa untuk  proses pemilihan kelas,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (13/7).

Sedangkan teknis pembagian kelas, pihaknya melakukan Tes Potensi Akademik (TPA). “Nanti kita lihat lagi antara minat siswa dengan hasil tes. Kalau memang antara minat sesuai dengan hasil tes, maka siswa tersebut dipersilahkan untuk memilih kelas yang diinginkannya,” kata Gofur.

Tetapi jika tidak sesuai, maka akan ditempatkan sesuai dengan hasil tes. “Kalau pun siswa memaksa ingin masuk ke kelas yang diinginkannya, paling bisa barter dengan yang lain. Kita ngasih ruang untuk tukar, paling lama dua minggu,” katanya.

Setelah dua minggu, maka pihaknya akan melaporkan ke Dapodik. Dan menyinggung soal KETM, menutur Gofur, sengaja diberlakukan untuk menutup celah, bagi orangtua siswa yang berbuat curang dan terkesan memanfaatkan momentum KETM.

“Jadi sekarang itu, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa, bukan sebuah persyaratan mutlak, karena banyak kejadian manipulasi data miskin padahal dia orang berada,” tuturnya.

Maka  selain SKTM, juga harus ada salah satu jaminan, bahwa yang bersangkutan mengikuti program kesejahteraan Pemerintah seperti PKH dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). “Terakhir, harus ada pernyataan dari Kepala Sekolah SMP asal bahwa pendaftar betul-betul siswa yang tidak mampu,” terangnya. (nur)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.