oleh

Operator Sekolah Bakal Dapat SK Bupati, K2 Ancam Demo

KOTA – Masalah honorer kategori 2 juga belum beres, Bupati Sumedang akan mengeluarkan SK untuk para operator di tiap-tiap sekolah. Tentu saja, rencana ini memicu reaksi di internal Honorer K2. Forum Tenaga Honorer Kategori 2 (FTHK 2) Kabupaten Sumedang, memastikan akan menurunkan massa bilamana betul adanya hasil diklat Dinas Pendidikan dan Bupati Sumedang, di Kabupaten Pangandaran, belum lama ini.

Ketua FTHK 2, H. Eni Rokayah, menilai keputusan tersebut telah melukai hati para tenaga honorer lainnya yang telah bekerja selama puluhan tahun. Sebab, masalah honorer K2 belum beres, namun Bupati akan memberikan SK secara cuma-cuma kepada operator sekolah yang bekerjanya tidak selama honorer K2.

“Informasi dari operator bahwa hasil diklat di Pangandaran kemarin, mereka menyatakan bahwa mereka akan diajukan. Pertama disetiap sekolah harus ada operator. Masalah itu saya setuju dan tidak ada masalah bagi K2. Kemudian, yang keduanya, yaitu akan diajukannya SK Bupati. Nah ini yang menjadi masalahnya bagi kami,” katanya kepada Sumeks, Selasa (20/9).

Eni merasa, adanya wacana tersebut akan memunculkan anggapan ketidak adilan dari pemerintah. Dan ini akan memunculkan reaksi dari tenaga honorer lainnya. “Kenapa Dinas Pendidikan hanya mengajukan operator saja yang notabenenya mereka bekerja di atas 2007. Padahal masih banyak FTHK 2 yang telah berjuang hingga puluhan tahun, dan untuk mendapatkan SK bupati itu susah banget,” ujarnya.

Dengan demikian, Eni yang mewakili para tenaga honorer yang tergabung kedalam FTHK 2 Kabupaten Sumedang, meminta pemerintah daerah turut memikirkan para honorer yang telah lama berjuang.

“Padahal yang menjadi kendala atau salah satu syarat untuk diangkat menjadi PNS adalah harus diangkat oleh kepala daerah, bukan kepala sekolah. Kami rasa itu tidak ada keadilan, kenapa hanya operator saja yang diajukan. Kami pun sama bekerja dan kami juga berjuang,” tuturnya.

Kendati demikian, bilamana wacana tersebut akan direalisasikan, FTHK 2 siap menurunkan massanya untuk berdemo di kantor pemerintahan Sumedang. “Seandainya itu terjadi, kami pasti akan menurunkan massa dari K2,” sebutnya. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed