oleh

Memprihatinkan, Jalan Ujungjaya-Palasari Masih Amburadul

Jalan penghubung antar Desa Ujungjaya dan Palasari saat ini masih dalam kondisi rusak. Bukan hanya aktivitas warga yang terganggu, perekonomian di wilayah itu pun terhambat. Sejumlah kepala desa bahkan mengancam akan mendatangi DPRD Sumedang untuk mempertanyakan perbaikan jalan itu. Seperti apakah ceritanya, berikut liputan wartawan Sumeks.

ATEP BIMO SUTEJO, Ujungjaya

Para kepala desa di Kecamatan Ujungjaya mempertanyakan perbaikan jalan diantara Desa Ujungjaya hingga Desa Keboncau. Desa-desa tersebut antara lain Desa Ujungjaya, Desa Palasari, Desa Sukamulya, Desa Kudangwangi dan Desa Keboncau.

Kepala Desa Kudangwangi, H Aan Anhari ketika dikonfirmasi Sumeks mengatakan sudah lama jalan mengalami kerusakan di ruas Desa Ujungjaya hingga Desa Kudangwangi. Sebutnya, jalan yang mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 15 Kilometer.

“Kerusakan terparah terdapat di ruas antara Desa Ujungjaya hingga Desa Palasari sepanjang kurang lebih 3 Kilometer,” kata Aan kepada Sumeks di kantornya, kemarin.

Disebutkan Aan, sebenarnya perbaikan sudah direncanakan melalui anggaran PIK tahun 2016. Namun, kata dia, hingga kini belum terealisasikan perbaikan jalan tersebut.

“Anggaran PIK tahun 2016 untuk Kecamatan Ujungjaya sebesar Rp1,3 Miliyar. Entah berapa persen yang dialokasikan untuk perbaikan jalan kabupaten. Dan, sampai saat ini belum terealisasikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Keboncau, Hendi R Hermawan menyebutkan rencananya kerusakan jalan akan diperbaiki pada tahun 2016 ini. Sebutnya, anggaran yang akan dipakai untuk perbaikan melalui dana PIK Kecamatan Ujungjaya.

“Anggaran PIK Ujungjaya sebesar Rp1,3 M. Namun, kemungkinan besar untuk perbaikan jalan akan dialokasikan sebesar Rp700 juta,” jelasnya.

Hendi mengatakan lima kepala desa yang berada di ruas jalan kabupaten tersebut sempat mendatangi DPRD Sumedang, Rabu (14/9) lalu. Sebutnya, mereka mempertanyakan dana PIK yang belum direalisasikan untuk perbaikan jalan kabupaten tersebut ke DPRD Sumedang.

“Karena, semakin hari kerusakan semakin parah, keadaan jalan sudah tidak berbentuk. Tapi, Alhamdulillah kini sudah mulai ada realisasi terkait perbaikan jalan itu,” terangnya.

Dikatakan Hendi, realisasi itu berbentuk dengan adanya kesanggupan dari salah satu perusahaan. Meski, sampai saat ini belum ada aktion di lapangan. 

Kata dia, para kepala desa tidak akan mempedulikan apakah perbaikan akan dilelang ataupun bagaimana caranya. Namun, sambungnya, perbaikan harus tetap dilakukan dan direalisasikan.

“Apabila dalam waktu seminggu belum ada aksion di lapangan, kami akan menggeruduk kembali ke DPRD. Para kepala desa kembali akan mempertanyakan perbaikan jalan itu,” katanya.

Hal itu dilakukan karena masyarakat sudah mengeluhkan jalan yang tidak kunjung diperbaiki. Sebutnya, masyarakat berkeinginan untuk ikut serta ke Sumedang mengadukan hal itu.

“Tapi, kami masih dapat meredam keinginan warga tersebut,” katanya.

Terpisah, Kepala Desa Palasari, Yaya Satya mengatakan terkait kerusakan jalan kabupaten warganya sempat melakukan komplen ke Pemerintahan Desa Palasari. Tetapi, kata dia, pihaknya hanya bisa memfasilitasi komplen tersebut, karena wewenang jalan kabupaten bukan berada di desa tetapi berada di pihak Pemkab. 

Dirinya sudah menyampaikan keluhan warga tersebut, termasuk saat mendatangi DPRD Sumedang Rabu (14/9) lalu. 

“Kami berharap jalan segera diperbaiki. Agar, masyarakat tidak mengeluh lagi ke pihak desa,” tukasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed