oleh

Istri Menteri Kabinet Jokowi, Sambangi Pengungsi, Sempat Sedih, Berikan Buku dan Alat Tulis

Setelah Menteri Sosial, Khofifah Parawangsa dan beberapa pejabat di Pemprov dan Pemkab datang ke lokasi pengungsian korban longsor di Gor Tadjimalela, kini bagian istri-istri menteri Kabinet Joko Widodo yang menyambangi lokasi pengungsian. Dikomandoi oleh istri Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, Nora Ryamizard Ryacudu para istri menteri cantik itu membantu korban bencana.

SOBAR BAHTIAR, Kota

Para korban bencana alam yang menimpa Kabupaten Sumedang, terus menjadi perhatian di tanah air. Tak terkecuali dari isteri para menteri Kabinet Joko Widodo. Pada hari Minggu (25/9), mereka menyempatkan untuk datang dan memberikan bantuan kepada para korban bencana alam yang diungsikan di Gor Tadjimalela, Kabupaten Sumedang.

Istri Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Nora Ryamizard Ryacudu, yang turut membagikan sumbangan buku dan peralatan sekolah tersebut, mengaku sedih dengan kondisi yang dialami oleh para korban bencana longsor.

Mewakili Ibu Negara, katanya, istri para menteri itu turut membantu meringankan tugas ibu presiden. Selebih dari itu, memang ada niat dari istri para menteri untuk melihat langsung kondisi para korban bencana di Garut dan Sumedang.

“Kami mohon kepada Bupati dan sukarelawan, agar pemberian ini (buku dan alat tulis) bisa disampaikan dan betul-betul bisa dimanfaatkan. Melihat kondisi pengungsian saat ini, sebagai manusia yang memiliki perasaan, ya jelas saya sedih,” katanya. kepada Sumeks, Minggu (25/9).

Dia mencontohkan, yang sebelumnya bisa tidur dengan tenang, sekarang jadi tidak tenang. Yang dulunya bisa beristirahat, sekarang mungkin istirahatnya terganggu. “Ketika mereka punya rumah, sesederhana apa pun itu, mungkin itu yang mereka rindukan sekarang,” katanya.

Nora Ryamizard juga mengatakan jika yang harus menjadi skala prioritas saat ini adalah kesehatan dan kebutuhan biologis. Karena menurutnya, tidak menutup kemungkinan dengan kondisi saat ini akan memunculkan berbagai wabah penyakit.

“Ya tidak menutup kemungkinan jika setelah ini akan muncul wabah penyakit seperti sesak napas, penyakit kulit dan diare. Ini butuh perhatian dan kami juga lihat disini MCK juga harus turut diperhatikan. Kalau dari makanan, disini sudah enak, hanya mereka katanya ingin ada sambalnya,” katanya.

Namun jangan salah, katanya, untuk kebutuhan orang dewasa (laki-laki atau perempuan) tetap harus diperhatikan, seperti masalah kebutuhan biologisnya. Bukan hanya sekedar makan saja, karena itu bisa menimbulkan efek yang lain seperti setres.

“Kebutuhan biologis itu penting, sementara tempatnya gak ada. Karena kalau ke hotel kan siapa yang bayarin, kan ga ada. Jadi kebutuhan itu bukan hanya sandang pangan, melainkan kebutuhan biologis juga menjadi kebutuhan yang sangat penting,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumedang, Eka Setiawan, akan segera menindak lanjuti dengan memikirkan bagaimana caranya agar lebih cepat di relokasi. “Kita memang tidak bisa menempatkan mereka lebih lama di pengungsian. Oleh karena itu kedepan, kita coba cari alternative buat relokasi,” katanya.

Langkah awal lanjut Eka, dari banyak pengungsi disini mana yang kondisinya harus segera direlokasi. Lalu kita akan cari kemana mereka akan direlokasi. Adapun beberapa tempat yang menjadi bidikan pemerintah untuk merelokasi para pengungsi, salah satunya adalah perumahan yang sebelumnya dibangun untuk OTD Jatigede yang berada di Kecamatan Ujungjaya.

“Opsi yang kemarin itu kita akan coba ke Desa Margalaksana atau menempati rumah-rumah yang dibangun untuk OTD Jatigede yang ada di Ujungjaya. Tapi, sebelumnya akan kita uji kelayakan dulu semuanya,” tuturnya menambahkan. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed