oleh

Kualitas Tembakau Berkurang

JATINUNGGAL – Akibat hujan yang terus menerus mengguyur kawasan Sumedang dan sekitarnya membuat tembakau nyaris tak terjual. Salah satu petani di wilayah Jatinunggal, Desa Cipeundeuy, Agus membenarkan hal itu.

Kepada Sumeks, ia menerangkan sebagian besar tanaman tembakau milik petani diwilayahnya bisa terselamatkan dari kegagalan panen akibat hujan yang terus turun. Salahsatu caranya, kata dia, dengan melakukan antisipasi dengan cara mengurangi genangan air di kebun tembakau.

Meski dapat lolos dari gagal panen, namun mereka juga mendapat kendala ketika pasca panen. Akibat hujan tetap saja menghantui para petani karena mereka tidak bisa menjemur tembakau yang sudah diirisnya itu.

“Kalau dari ancaman gagal penen karena kebanyakan air sih petani masih bisa mengantisipasi. Tapi para petani tidak bisa berbuat banyak saat cuacanya mendung,” ucapnya saat di hubungi melalui ponselnya, kemarin.

Akibatnya, tembakau yang sudah setengah jadi itu kualitasnya jadi berkurang, sebab tanpa sengatan sinar matahari yang maksimal tembakau tersebut menjadi jelek dan mengurangi kenikmatan para perokok.

“Kalau tidak terjemur akibatnya, tembakau tersebut jadi agak kehitaman, dan harganyapun akan jatuh,” ucapnya.

Petani lainnya yang ditemui di wilayah Kecamatan Darmaraja menerangkan, memang pemeliharaan tembakau itu sangat rumit dan banyak kendalanya. Apalagi, sebut dia, kondisi tahun sekarang musim penghujan tak kunjung berganti dengan musim kemarau. Sudah barang tentu, sebut dia, petani tembakau akan merugi saat pengurusan tembakaunya terkendala oleh hujan tersebut.

“Tembakau memang bergantung kepada sinar matahari karena proses penjemuran juga harus maksimal,” ucapnya.

Dikatakan, upaya lain agar terhindar dari ketidaklakuan tembakau tersebut para petani biasanya menjemur tembakau tersebut di ruangan memakai lampu. Meski hal itu tidak maksimal tapi upaya tersebut biasanya sering dilakukan para petani tembakau kalau sudah mendesak.

“Ya paling upaya lainnya menjemur dengan lampu,” pungkasnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed