oleh

DPD RI Sumbang Korban Meninggal, Eni Siap Kawal Penyelesaian Masalah

KOTA – Anggota DPD RI, Hj Eni Sumarni, memberikan santunan pada korban meninggal akibat longsor di Kabupaten Sumedang. Masing-masing korban, mendapatkan uang tunai senilai Rp 5 juta.

Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan sembako, satu pick up sandal untuk para pengungsi yang ada di GOR Tadjimalela.

Seperti diketahui, dalam musibah longsor di Kabupaten Sumedang, empat orang meninggal dunia. Keluarga Yayat Setiawan, harus kehilangan seorang istri dan dua orang putranya. Sedangkan seorang korban lainnya, Nana Hermawan, warga Baginda.

“Hari Sabtu, saya sudah memberikan bantuan untuk pihak keluarga korban, yang diterima langsung para korban dan disaksikan oleh Kepala Desa dan BPBD Kabupaten Sumedang. Dana tersebut merupakan kepedulian pimpinan dan anggota DPD RI, yang peduli terhadap musibah yang terjadi di Sumedang,” ujar Eni Sumarni, Minggu (25/9).

Eni yang sejak Jumat malam berkeliling ke sejumlah penampungan pengungsi, mengaku prihatin dengan keadaan tersebut. Dia berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi.

Sementara itu, menanggapi harapan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, H Zaenal Alimin, yang meminta dirinya untuk mendorong percepatan penanggulangan bencana. Serta membantu pemulusan program-program penanggulangan langkah lanjut, bagi masyarakat yang tempat tinggalnya terancam longsor untuk kemudian dipindahkan ke tempat yang aman. Eni pun mengaku, menyambut baik langkah-langkah strategis dan cerdas yang dilakukan Pemkab Sumedang dan jajarannya tersebut.

“Saya menyarankan agar segera dibuat DAD-nya untuk kemudian dilanjutkan ke tingkat provinsi dan pusat. Dan saya siap untuk mengawal sampai ada titik solusi penyelesaian masalah,” tandasnya.
Apalagi lanjut dia, mengingat musim penghujan sudah mulai datang dan bahaya longsor suda dialami maka ia menyarankan agar dibuat time schedule penangan dari mulai tanggap Darurat Bencana 14 hari.

“Kemudian langkah penanganan relokasi sementara, untuk kemudian permanent bedol kampung dengan harus tetap memperhatikan sektor pendidikan anak-anak, agar tetap bisa bersekolah dan memperhatikan sektor ekonomi. Dalam hal ini, mata pencaharian penduduk setempat yang tentunya tidak jauh dari lokasi tempat tinggalnya skrg,” imbuhnya.

Lanjut dia, langkah lebih jauhnya adalah pembuatan pemukiman permanen untuk seluruh Kepala Keluarga (KK) yang berada di lokasi rawan longsor. Begitu juga, lahan rumah-rumah tempat tingalnya, dibebaskan pemerintah untuk kemudian ditata menjadi paru-paru Kota Sumedang, dengan pepohonnan yang mampu menyangga debit air di kanan kiri Jalan Nasional yang ditata rapi.

“Sungguh nantinya, akan menjadi pemandangan yang indah luar biasa, Sumedang Buludru akan terwujud lagi. Harapan kepada masyarakat, kita segera bangkit dari kondisi yang ada, dan kita duduk bersama untuk mencari solusi terbaik demi kenyamanan dalam menata kehidupan keluarga ke depan yang lebih aman dan nyaman, dan sejahtera lahir batin. Untuk itu bersatulah untuk kesejahteraan dan kejayaan masyarakat Sumedang ke depan,” pungkasnya. (ign/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed