oleh

Dedi Sentil Galian C

KETUA DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyarankan pada Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Provinsi Jawa Barat untuk meninjau ulang truk-truk besar yang over kapasitas melintas jalur Cadas Pangeran. Pasalnya ia mengaku hawatir jika jalan terusan Bandung-Cirebon, yang merupakan Jalur Tengah Lintas Nasioanal itu, akan rusak.

Jika pun tetap diperkenankan melintas kawasan Cadas Pangeran, ia berharap ada pihak yang melakukan pengecekan tonase truk. “Sebelum masuk ke Cadas Pangeran, segera truknya di-flat. Truk-truk yang melebihi kapasitas tidak boleh lewat, atau minimal diturunkan, sejumlah muatannya. Karena kalau (jalan) itu butut, mau kemana lagi lewat. Karena kan, tol masih lama,” kata Kang Dedi Mulyadi.

Ia juga menyentil banyaknya galian C, yang menurutnya hal itu dapat merusak lingkungan jika dibiarkan terus menerus mejamur. Ia meminta pihak Provinsi sebagai pihak yang mengeluarkan izin dapat bertindak tegas terutama yang menggarap daerah-daerah perbukitan. Ia hawatir, jika daerah perbukitan terus diekspansi para pengusaha, selain dapat menimbulkan banjir dan longsor saat musim hujan, juga kekeringan pada saat musim kemarau karena tidak ada resapan air.

“Sekarang kan seluruh izin pertambangan itu (ada) di Provinsi, ya provinsi nya ngambil sikap tegas saja, terhadap berbagai penambangan yang terjadi di seluruh daerah Jawa Barat, yang menggarap daerah-daerah perbukitan,” ungkapnya.

Ia juga mengaku, saat melintas Kabupaten Sumedang, dirinya melihat ada bukit yang dipangkas untuk dijadikan perumahan. Menurutnya, kalau hal itu dibiarkan justru akan merusak pada resapan air. “Karena itu, pihak provinsi, kabupaten/kota untuk dapat menyeleksi perizinan secara ketat, karena dampak lingkungan lebih tinggi. Recovery bencana ini kan sangat luar biasa, banyak orang-orang yang tidak lagi punya pekerjaan, defresi. Mahal sekali (recovery pasca bencana). Lebih baik kita mencegah daripada kita melakukan recovery setiap tahun,” tandasnya. (ign/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed