oleh

Baru Masuk Langsung UTS

KOTA – Pasca bncana longsor dan banjir pekan lalu, siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukasirna 1 dan Sukassirna 2, kembali memulai aktivitasnya, Senin (26/9). Namun pada hari pertama kembali masuk sekolah, siswa melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan peralatan seadanya.

Kepala Sekolah SDN Sukasirna 2, Tata Sese S.Pd, mengatakan, hari pertama masuk sekolah siswa langsung dihadapkan dengan Ujian Tengah Semester (UTS ) ganjil.

“Seharusnya UTS dilaksanakan pada tanggal 19 lalu, namun karena sekolahnya diterjang banjir pada Selasa (20/9) malam lalu, terpaksa KBM dihentikan untuk sementara waktu, dan siswa belajar di rumah,” kata Tata kepada Sumeks, kemarin.

Tata menuturkan, selama enam hari siswa belajar di rumah, guru pun membuat soal-saol bahan UTS. Pasalnya, seluruh bahan ujian yang telah disusun, ikut hancur bersama ribuan buku pelajaran lainnya akibat terendam air setinggi dua meter.

Pantauan Sumeks di lapangan, sejumlah siswa SDN Sukasirna 2, tengah mengisi soal-sola ujian dengan keadaan ruang kelas yang relatif berantakan. Tampak pula sejumlah meja belajar yang ditumpuk di belakang kelas, dan lemari buku yang masih dalam posisi terguling. Kondisi itu diperparah dengan bau tak sedap yang tak sedap, dan pastinya mengganggu konsentrasi belajar.

“Kita hanya baru bisa membersihkan lumpur yang ada di lantai setiap kelas, sementara sebagian buku-buku kita jemur. Mudah-mudahan ada yang masih bisa dipakai,” harap Tata.
Kepsek menyebutkan, akibat musibah banjir tersebut, pihaknya mengalami kerugian hampir mencapai Rp 500 juta.

Hal serupa, dialami SDN Sukasirna 1, karena letak sekolah yang berada dalam satu kompleks dengan SDN Sukasirna 2.

“Siswa kami hanya bisa belajar dengan peralatan seadanya. Karena mulai dari buku siswa, buku administrasi sekolah dan komputer, telah hancur,” kata Kepala Sekolah SDN Sukasirna 1, Didin Rosidin, S.Pdi.

Didin mengatakan, semua kerugian ditaksir hingga mencapai Rp 500 juta lebih. “Kita telah laporkan semua kerugian kepada Dinas Pendidikan Sumedang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Sonson Nurikhsan mengaku telah mengajukan permohonan bantuan untuk kedua sekolah tersebut, kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Untuk peralatan sekolah yang rusak, telah kita data untuk selanjutnya dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Mudah-mudahan sesegera mungkin mendapatkan penggantian,” tegasnya. (mg1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed