oleh

Bangun Jembatan Darurat, Jembatan Ambit Pengaruhi 5 Desa

SITURAJA – Pasca jebolnya jalan jembatan Ambit, yang dihantam derasnya air sungai Cicapar beberapa waktu lalu. Kini warga membuat jembatan darurat terbuat dari bambu dan kayu.

Dibangunnya jembatan tersebut, karena mereka meyakini jalur tersebut sangat penting bagi masyarakat. Membuat mereka tidak mau kehilangan jembatan tersebut, meski badan jalan menuju jembatan itu saat ini jebol, warga tidak mau kehilangan perlintasan alternatif untuk menuju pusat perkotaan Kecamatan Situraja.

Salah satu warga setempat yang ditemui Sumeks di lokasi jembatan tersebut, Omod menerangkan, dirinya dan masyarakat lainnya memang menjadikan jembatan tersebut sebagai akses jalan terpenting.

Sayangnya, pasca banjir jembatan tersebut malah hanyut. Adanya jembatan darurat disambut baik pihaknya, setidaknya bisa membantu warga untuk tetap melintas di jembatan itu.

“Ini jembatan darurat yang di buat oleh masyarakat untuk sementara, agar kita tetap bisa mengangkut hasil tani dari sebrang sungai memakai kendaraan roda dua, karena roda empat tetap saja tidak bisa melintas di jembatan darurat ini,” kata dia.

Warga berharap jalan yang jebol ini dapat segera diperbaiki agar masyarakat dapat menggunakannya lagi dengan nyaman, tidak seperti saat ini melintas di jembatan darurat itu dengan rasa was-was apalagi saat hujan turun.

“Saya berharap pemerintah bisa segera memperbaiki jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat 5 desa yang berada di bagian barat Kecamatan Situraja yaitu, Desa Ambit, Cijeler, Karangheuleut, Kaduwulung dan Bangbayang,” ucapnya.

Jembatan tersebut menurut mereka bisa mempengaruhi kondisi perekonomain warga dan pendidikan anak-anaknya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed