oleh

Teten: Pemulihan Lingkungan, Solusi Jangka Panjang Longsor Sumedang

KOTA – Kepala Staf Khusus Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, setelah selesainya tanggap darurat pasca bencana longsor yang menelan 4 korban jiwa dan kerugian harta benda yang besar di Sumedang, warga korban bencana harus segera direlokasi ke tempat yang aman. Untuk merelokasi warga tersebut, Teten berharap Pemkab Sumedang harus menyediakan lahan secukupnya dan Pemerintah akan membangun perumahan bagi warga tersebut.

“Ini intruksi Bapak Presiden supaya para korban bencana tersebut tidak kembali lagi ke tempat awal yang sangat membahayakan bagi keselamatan mereka,” kata Teten Masduki sewaktu berkunjung ke Sumedang, di gedung Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang, Rabu (28/9).

“Namun, saya barusan sudah mendengar dari Pak Bupati bahwa Pemkab Sumedang sudah menyediakan lahan sekitar 10 hektar, itu bagus,” kata Tetan yang sempat menyaksikan dulu rapat evaluasi penanggulangan bencana di ruang Cakrabuana yang dipimpin Bupati Sumedang Eka Setiawan.

Sementara untuk penanganan jangka panjang, kata Teten, Presiden Joko Widodo sudah menguntruksikan untuk upaya pemulihan kawasan hutan, baik di daerah aliran Sungai Cimanuk dan anak Sungai Cimanuk seperti Sungai Cipeles yang mengalir di Sumedang dan bermuara ke Cimanuk. “Termasuk juga pemulihan kawasan hutan lainnya di Jawa Bawat karena kerusakan hutan di Jawa Barat ini sudah lebih dari 40 persen,” kata Teten.
Presiden Joko Widodo, kata Teten, menginstruksikan pula Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pertanian untuk mengambil langkah konkret yang salah satunya ialah merealisasi kebijakan perhutanan sosial yang memberikan akses ruang kelola sumber daya hutan bagi warga masyarakat di dalam dan di sekitar hutan. ini sudah lebih dari 40 persen,” kata Teten Masduki.

Sedangkan soal pencarian korban banjir di Garut yang hilang, Presiden, kata Teten, sudah meminta Basarnas dan BNPB untuk tetap mengupayakan pencari korban banjir yang sampai sekarang belum ditemukan.

Dalam rapat evaluasi itu Teten juga mengatakan, Presiden Joko Widodo juga akan mengunjungi lokasi bencana ini, namun pasti ke daerah Garut atau ke Sumedang belum diketahui. “Ya kalau pun nantinya, hanya ke Garut, maka Buoati Sumedang juga akan diundang untuk rakor di garut,” kata Teten.

Terkait relokasi warga, Bupati Sumedang Eka Setiawan menyatakan ada beberapa usulan tempat di antaranya di Desa Margalaksana, Sumedang Selatan, serta di daerah bekas kompensasi Waduk Jatigede yang tak terpakai di Desa Conggeang. “Yang terpenting saat ini segera dibangun hunian sementara bagi korban bencana,” kata Teten.

Bencana tanah longsor yang terjadi di lima dusun di Kabupaten Sumedang, 20 September 2006 lalu mengakibatkan empat orang meninggal dunia serta 962 warga mengungsi. Untuk sementara, para pengungsi dari 301 kepala keluarga ini ditampung di tiga tempat yakni Gelanggang Olahraga Tadjimalela, Puskesmas, dan Markas Kodim 0610 Sumedang. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed