oleh

RMI NU Akan Gelar Ngaji Sejarah

KOTA – Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Sumedang, Syarif Hidayatulloh, mengaku perkiraan berkaitan dengan peristiwan G30S/PKI yang terjadi 51 Tahun lalu ternyata meleset. Ia menyangka masyarakat sudah dapat memilih dan memilah informasi mana yang dapat dipercaya atau tidak.

“51 Tahun sejak momen awal rangkaian peristiwa kudeta 1965, saya sempat mengira bahwa masyarakat sudah dapat memilah informasi mana yang dapat dipercaya dan informasi mana yang harus dipertanyakan kebenarannya berkaitan dengan G30S. Ternyata perkiraan saya tersebut meleset cukup jauh. Bahkan ada kompasianer yang masih menyebarkan informasi tidak benar, fitnah dan mitos tentang Partai Komunis Indonesia,” tutur Syarif Hidayatulloh dalam rilis yang diterima Sumeks, kemarin.

Karena itu, lanjut dia PC. Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Sumedang, atau yang dikenal dengan Asosiasi Pondok Pesantren NU Sumedang akan menggelar kegiatan Peringatan G30S/PKI dengan Judul “Ngaji Sejarah Bareng” dan pokok bahasan tentang Ancaman Komunisme terhadap Keutuhan NKRI.

“Kegiatan Ngaji Sejarah Bareng ini rencananya akan dilaksanakan tepat pada hari Jum’at, 30 September 2016 pukul 20.00 WIB di PCNU Sumedang, Jl. Kutamaya No.25 Komplek Islamic Centre Sumedang,” imbuhnya.

Dikatakan, adapun materinya akan disampaikan langsung oleh Dodo Widarda (Ketua Lesbumi PWNU Jawa Barat), KH. Alan Dahlan Ahmad Marzuqi (Adam), Kapolres Sumedang, Komandan Kodim Sumedang, dan Kepala Kesbangpol Sumedang.

Sementara itu, Ketua PCNU Sumedang, KH. Sa’duloh sangat mengapresiasi atas inisiasi yang di rencanakan PC.RMI NU Sumedang yang akan menggelar Ngaji Sejarah itu.

“Ancaman komunisme di Indonesia seakan sengaja dibiaskan. Bahkan beberapa pihak sempat mewacanakan agar pemerintah Indonesia harus meminta maaf terhadap kader-kader Partai Komunis Indonesia (PKI). Penting kiranya untuk kita diskusikan kembali tentang Peristiwa G30S/PKI ini”. Terangnya.

Ngaji Sejarah ini terbuka untuk kalangan umum, siapa saja dan dari kalangan mana saja silakahkan untuk hadir. Kita sama-sama menyimak materi dari para pemateri yang berkopeten, juga bila ada yang perlu didiskusikan kita diskusikan bersama.Tambah syarif.

“Mudah-mudahan Ngaji Sejarah ini dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan, dan kita dapat mengetahui juga memahami peristiwa G30 S/PKI yang sebenarnya,” tutupnya. (*/rls/ign)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed