oleh

Trisakti: Pemda Segera Lakukan Pemulihan

KOTA – Bencana yang terjadi di Kabupaten Sumedang, terus menyedot perhatian dari berbagai pihak di tanah air, termasuk dari Trisakti School Of Transportation, Jakarta. Head of Human Capital Development Transportation & Logistics, Muhammad Rifni, SE, menerangkan jika kehadiran pihaknya salah satu gerakan sosial dalam menanggapi bencana alam yang menelan 4 korban jiwa.

“Kita ke Sumedang dalam rangka gerakan sosial dalam menanggapi bencana longsor kemarin. Dan kami itu di sini sudah sejak Tanggal 3 Oktober dan berakhir pada 4 Oktober. Di sini kita nginap di komplek Pusdai,” kata Head of Human Capital Development Transportation & Logistics, Muhammad Rifni, SE, pada Sumeks.

Untuk menjalankan tugas mulia tersebut, Trisakti School Of Transportation, Jakarta memboyong 55 orang, terdiri dari 15 dosen, 1 security dan 39 mahasiswa. Mereka turut memberikan bantuan sejumlah uang yang dikumpulkan dari para civitas akademika, karyawan, dosen dan mahasiswa. Selain itu, mereka juga turut memberikan bantuan tenaga dengan membersihkan toilet dan sampah di lokasi pengungsian.

Diakui Muhammad, kedatangan mereka terbilang terlambat, karena bencana di Sumedang dinilai tidak terpublish menyeluruh. “Bencana itu kan terjadi di Garut sama Sumedang. Nah, kita yang di Jakarta itu tahunya yang di Garut saja. Memang yang di Sumedang mungkin tidak terpublish menyeluruh. Dan di Jakarta ini mungkin hanya Trisakti saja yang ke Sumedang, karena yang lain banyaknya ke Garut,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatan mereka, saat melihat lokasi longsor, berpandangan jika daerah tersebut terbilang rawan. Muhammad Rifni menyebutkan, sudah seharusnya daerah tebing di wilayah longsor tersebut idealnya dibentuk dengan konsep yang serupa dengan yang ada di jalan tol.

“Liat aja perbukitan di jalan tol, itu tebingnya dibuatkan dinding beton atau bisa juga dengan batu pondasi,” sebutnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Pelaksanaan Baksos, STMT Trisakti, Jakarta, Otto Sugiharto menyebutkan jika pemerintah Sumedang harus segera melakukan pemulihan, salah satunya adalah relokasi tempat.

“Kemarin ketemu sama pak bupati, tapi beliau bingung masih mencari anggaran relokasi. Jadi mungkin beliau harus koordinasi dengan selain Pemerintahan Daerah, dengan cara minta bantuan dari APBN,” ujar Otto.

Selain itu, Otto juga menerangkan jika pihaknya terus memberikan dukungan moral terhadap para pengungsi yang sudah mulai bosan tinggal di pengungsian.

“Kita juga berikan dukungan moral, karena belum tentu mereka senang dengan tempat baru, karena sudah terbiasa ditempat lama. Makanya kita berikan semangat agar mereka mau dipindahkan untuk kemajuan ekonominya,” tuturnya. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed