oleh

Jalan Bandung-Cirebon Amblas, Baru Diperbaiki Sekitar Pukul 17.00

TOMO – Arus lalu lintas di Jalan Nasional Cirebon-Bandung sempat mengalami kemacetan hingga berjam-jam. Pasalnya, jalan tepatnya di Blok Cireki, Desa Bugel, Kecamatan Tomo mengalami amblas, Kamis (6/10) dini hari.

Amblasnya jalan juga menimbulkan kemacetan cukup panjang dari dua arah. Dari arah Bandung kemacetan hingga sampai ke arah Gandawesi Desa Bugel Kecamatan Tomo. Sedangkan dari arah Cirebon, kemacetan hingga ke wisata Gendeng Desa Karyamukti Kecamatan Tomo.

Informasi yang dihimpun Sumeks, jalan amblas sedalam kurang lebih satu meter dengan panjang sekitar 50 meter. Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai melalui Kapolsek Tomo, Kompol Doto, mengatakan jalan mulai mengalami amblas sekitar pukul 03.00 dengan kedalaman 10 Centimeter. Kemudian, pada pukul 04.00 sekitar sekitar 20 centimeter.

“Jalan mengalami amblas terparah sekitar puku 05.20 dengan ketinggian kurang lebih satu meter. Sejak itu, arus lalu lintas mulai ditutup,” kata Doto saat diwawancarai Sumeks di lokasi amblasnya jalan, kemarin.

Doto menyebutkan sejak jalan ditutup terjadi kemacetan panjang, terutama dengan banyaknya truk-truk besar. Terangnya, kemacetan diperkirakan mencapai panjang kurang lebih dua kilometer.

Kata dia, untuk menanggulangi kemacetan yang lebih parah, dirinya telah berkoordinasi dengan Kapolres Sumedang. Selain itu, Polres Sumedang juga berkoordinasi dengan Polres Majalengka.

“Untuk sementara, sejak jalan amblas, arus lalin ditutup, Dan kendaraan diarahkan ke Tol Cipali,” jelasnya.

Doto menerangkan jalan terus mengalami amblas secara perlahan. Sebutnya, hal itu terjadi diduga di sekitar lokasi terdapat pergerakan tanah. “Jalan amblas diakibatkan kontur tanah yang labil dan adanya pergerakan tanah. Tembok penahan tebing dan sebagian tanah di pinggiran jalan juga mengalami retak-retak,” tukasnya.

Dikatakan Doto, agar arus lalu lintas kembali lancar, dirinya berkoordinasi dengan Kapolres Sumedang untuk secepatnya melakukan pengurugan. Sebutnya, pengurugan dibantu dengan instansi – instasi terkait dan warga. Kemudian, kata dia, jalan dipadatkan secara manual dengan menggunakan roder.

“Ini hanya bersifat sementara. Langkah-langkah penanganan selanjutnya akan dilimpahkan ke pihak yang berwenang dengan jalan nasional ini,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi adanya pergerakan tanah susulan, pihaknya akan terus melakukan penjagaan di lokasi. Sebutnya, hal itu akan dilakukan sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan.

“Tujuannya agar masyarakat dapat terlayani. Terutama, dengan keselamatan mereka saat melintas,” terangnya.

Terpisah, seorang warga setempat, Deden mengatakan jalan amblas sudah dirasakan beberapa minggu lalu. Kata dia, jalan hanya mengalami amblas sekitar lima centimeter.

“Kemudian, jalan sempat diperbaiki dan kembali bagus. Sehingga, jalan dapat dilalui kembali dengan aman,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, tadi Subuh jalan mengalami amblas dengan kedalaman kurang lebih 70 Centimeter hingga satu meter. Sebutnya, di kawasan tersebut jalan sering mengalami amblas.

“Jalan di daerah ini sudah sering mengalami amblas. Namun, saat ini merupakan yang terparah sehingga kendaraan-kendaraan tidak bisa melintas,” tutupnya.

Pantauan Sumeks, di pagi hari kendaraan besar (tronton-red) tidak bisa melintas di lokasi jalan amblas. Sedangkan, untuk kendaraan-kendaraan kecil masih bisa melintas. Sementara, arus lalu lintas diatur dengan sistem buka tutup (contra flow). Sementara itu, kendaraan kendaraan besar dipaksakan diparkir di sekitar lokasi amblasnya jalan.

Menjelang siang, jalan dapat dilalui kembali setelah dilakukan pengurugan di jalan amblas. Namun, kendaraan kendaraan diharapkan hati-hati saat melintas di lokasi amblasnya jalan. Jalan baru benar-benar bisa dilintasi sekitar pukul 17.00. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed