oleh

Petani Terima Ganti Rugi AUTP

KOTA – Bupati Sumedang, H Eka Setiawan, mengintruksikan Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang agar lebih memperluas cakupan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Sumedang. Sebab melalui program itu, kata dia, banyak petani yang terbantu ketika terjadi hal yang tidak diinginkan. Seperti kebanjiran, terkena hama, fuso dan kekeringan.

Hal itu diungkapkan Eka saat memberikan klaim (ganti rugi) bagi sekitar 400 petani di Sumedang yang lahan pertanianya terkena bencana bajir dan longsor pada akhir September dengan total keseluruhan yang mendapat ganti rugi Rp 633.760.000.

“Untuk tahun depan, cakupannya harus lebih luas lagi. Sebab sangat terasa sekali manfaatnya bagi para petani dan membantu ketika terjadi hal yang diluar dugaan seperti ini,” ujar Bupati Sumedang, Eka Setiawan, saat acara penyerahan di Aula Tampomas Gedung Induk Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang, Kamis (6/10).

Lanjut Bupati, pekerjaan sebagai petani merupakan sesuatu yang sangat mulia, sebab merupakan aktor utama dalam menjalankan program ketahanan pangan bagi Negara.

“Akan tetapi, tak selamanya panen bisa berhasil. Terkadang, para petani harus merasakan kegagalan panen, ” jelas Bupati.

Ia berharap dengan adanya penggantian ini, bisa memotivasi para petani yang lain untuk ikut serta program AUTP.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Ir. Yosep Suhayat menjelaskan, persoalan kegagalan panen tidak hanya soal gagal produksi, tetapi juga bertambahnya modal yang harus dikeluarkan untuk penanaman berikutnya. Hal tersebut bisa diperparah jika modal yang digunakan adalah hasil hutang dari pihak ketiga, yakni para tengkulak dan toko pertanian.

“Bisa disimpulkan, kegagalan panen berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani,” jelas Yosep.

Guna membantu para petani dan meningkatkan produksi pertanian secara Nasional, kini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Asuransi Pertanian. Asuransi tersebut berupa penggantian biaya produksi jika terjadi kegagalan panen dengan nilai ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektar.

Premi asuransi yang harus disetorkan ke perusahaan asuransi, dalam hal ini PT Jasindo (Persero), sebesar Rp 180.000 per hektar atau sekitar 3 persen dari nilai ganti rugi. Biaya tersebut cukup terjangkau bagi para petani. Apalagi, pemerintah dipastikan akan mensubsidi 80 persen premi tersebut.
“Jadi, petani hanya perlu membayar premi Rp36.000,00,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, banyak manfaat yang bisa didapatkan jika ikut bergabung dengan program asuransi pertanian tersebut. Diantaranya, melindungi petani dari sisi finansial atau pendanaan terhadap kerugian akibat gagal panen serta menaikkan posisi petani di mata lembaga pembiayaan untuk mendapatkan kredit petani.

Selain itu, program ini juga bisa menstabilkan pendapatan petani karena tanggunggan kerugian dari perusahaan asuransi ketika terjadi kerugian akibat gagal panen. Meningkatkan produksi dan produktivitas sektor pertanian dengan mengikuti tata cara bercocok tanam yang baik sebagai prasyarat mengikuti asuransi pertanian.

“Asuransi juga merupakan salah satu cara untuk mengedukasi petani untuk bercocok tanam secara baik sebagai salah satu prasyarat mengikuti asuransi pertanian,” jelasnya.

Guna memperoleh fasilitas asuransi pertanian tersebut, petani diwajibkan memiliki standar pengelolaan lahan yang ditetapkan. Baik Kementan maupun perusahaan asuransi, akan memberikan standard operational procedure (SOP) untuk bercocok tanam secara benar, sebagaimana yang disebutkan secara tersirat pada poin manfaat di atas.

Salah seorang Petani yang mendapat ganti rugi, Kosim (56) Warga Kecamatan Tomo, yang sawahnya terkena luapan sungai mengaku sangat terbantu dengan adanya program AUTP ini sebab, dengan begitu ia tidak kesulitan ketika akan memulai menggarap sawahnya lagi setelah terkena banjir.

“Sangat terbantu, saya punya satu hektar sawah dan terkena luapan sungai. Untung saya asuransikan, kalau tidak pasti sudah bingung cari uang buat modal nanam lagi,” katanya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed