oleh

Anggaran Penanggulangan Bencana Perlu Ditambah

KOTA – Komisi V DPRD Jawa Barat, akan mengusulkan penambahan dana penanggulangan bencana. Dengan begitu, setiap saat bisa digunakan untuk pemulihan setelah terjadi bencana maupun bantuan untuk korban.

Penambahan itu dirasa perlu, sebab untuk menanggulangi bencana memerlukan adanya upaya yang kesinambungan terkait mitigasi bencana. Sehingga, perlu tindakan berkelanjutan dengan anggaran yang memadai untuk semua pihak dapat bekerja maksimal.

“Kami dari komis V, nanti akan mengusulkan untuk memprioritaskan dan menambah anggaran untuk mitigasi bencana di daerah. Sebab tidak dapat dipungkiri penanganan bencana juga harus didorong dengan ketersediaan anggaran yang memadai,” ujar Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Ukasah Sulaeman, saat dikonfirmasi, Selasa (11/10).

Ia menilai, anggaran yang tersedia untuk mitigasi bencana saat ini memang ada. Akan tetapi, ketika di beberpa daerah terjadi bencana secara bersamaan, anggaran juga terbagi menjadi beberapa pos dan titik. Ia mencontohkan, ketika di Sumedang dan Garut terjadi bencana banjir dan longsor secara bersamaan. Maka otomatis, anggaran bencanapun terbagi menjadi dua pos.

“Anggaran di kita memang ada, bisa disebut cukup lah. Akan tetapi ketika ada beberpa daerah yang mengalami bencana bersamaan seperti Garut dan Sumedang, otomatis anggaranpun terbagi dua. Belum lagi ditambah Pangandaran, akan terbagi-bagi lagi,” katanya.

Selain dengan adanya pengusulan peningkatan anggaran mitigasi bencana dalam APBD 2017, nantinya juga akan dilakukan inventarisasi kembali titik-titik bencana di Jabar, peningkatan, dan pembenahan sarana prasarana yang dibutuhkan. “Termasuk pula pembenahan drainase. Ini harus serius,” ungkap politikus Gerindra ini.

Menurutnya, dalam hal itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perlu menganggarkan khusus honor untuk relawan serta Komunitas Siaga Bencana (KSB). Sehingga pembinaan pada masyarakat terkait kebencanaan dapat dimaksimalkan.

Sementara, Kepala BPBD Sumedang, Ayi Rusmana menyampaikan, anggaran untuk mitigasi bencana memang jauh dari yang diharapkan. Apalagi daerah itu sangat berpotensi terjadi bencana. “Walaupun ada dana dari pusat, namun tentu tidak mencukupi untuk daerah,” ujarnya.

Ia berharap, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pembangunan berkaitan dengan mitigasi bencana memang harus dioptimalkan, sehingga dapat ditingkatkan dalam APBD 2017. Anggaran yang diprioritaskan untuk mitigasi bencana, hendaknya dapat membangun shelter-shelter jika terjadi bencana.

“Kita saat ini tidak punya shelter atau penampungan khusus untuk menampung korban bencana. Jika ada anggaran pasti ia akan mengusulkan untuk membangun shelter bencana. Kami mendorong agar membangun shelter,” terangnya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed