oleh

Nasib Korban Pengungsi Pasca Bencana Longsor, Siswa SD Diantar Jemput Mobil Pol PP

Pasca bencana longsor beberapa waktu lalu, sampai saat ini masih menyisakan permasalahan. Salah satunya nasib anak-anak korban longsor dalam mengenyam pendidikan formalnya. Bahkan, sampai pulang dari tempat pengungsian, mereka masih kesulitan karena terkendala biaya untuk sampai ke sekolahnya. Seperti apa kisahnya, berikut liputannya.

ASEP HERDIANA, Kota

UNTUK membantu para korban longsor, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Sumedang menyediakan truk angkutan. Sebab, ada beberapa orang tua pengungsi yang tidak mengikutsertakan anaknya pindah ke tempat hunian sementara (Huntara) di Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya.

Seperti halnya Sopyan (40) warga Desa Ciherang, ia tidak membawa anak pertama dan anak keduanya. Tetapi hanya membawa isteri dan anak bungsunya ke tampat huntara, karena khawatir anaknya bakal terganggu sekolahnya.

“Anak kedua saya di SD kelas VI sedangkan anak cikal sudah di SMA. Keduanya tidak saya bawa pindah tapi tinggal bersama uwaknya karena takut terganggu sekolahnya,” kata Sopyan.

Sementara itu untuk pergi dan pulang sekolah, para siswa korban longsor dibantu oleh Pol PP Kabupaten Sumedang. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya bantuan Pol PP untuk meringankan biaya transportasi anak sekolah.

Sementara, para orangtua siswa belum punya sumber penghasilan tetap pasca bencana longsor yang menghabiskan lahan pertanian yang menjadi mata pencagharian sebagain besar warga.

“ Jadi kami bantu antar jemput untuk meringankan beban mereka. Sebab saat ini orangtuanya jangankan untuk ongkos ke sekolah, mereka memikirkan untuk mata pencaharian sehar-hari saja kebingungan,” ujar Kasatpol PP, Asep Sudrajat, saat dikonfirmasi, Selasa (11/10).

Asep menyatakan siap membantu warga selama dibutuhkan, dan Pol PP sudah menyiagakan dua truk bantuan untuk antar jemput siswa selama kondisi belum pulih.

Sementara itu menurut Kepala Bidang Dikdas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumedang Unep Hidayat, orang tua yang akan tinggal di Huntara tak perlu khawatir dengan anaknya yang sedang sekolah. Karena pihak Dinas Pendidikan telah menyiapkan sekolah untuk SD dan SMP yaitu SD Trijaya dan SMPN 2 Ujungjaya di Cibuluh.

“Jarak dari Huntara ke SD Trijaya jaraknya kurang dari 1 kilometer sehingga orangtua tak perlu khawatir. Di SD Trijaya 100 siswa pengunsi juga siap bakal tertampung. Bila penuh bisa tambah lokal,” katanya.

Menurut Unep untuk kepindahan siswa ini pihak Disdikbud tak akan mempersulit dan sejauh ini pihaknya telah koordinasi dengan UPTD Pendidikan Ujungjaya agar siswa tersebut diprioritaskan.

“Untuk sementara saat ini statusnya titipan saja dulu, karena kita juga tidak tahu apakah nantinya orang tua mereka akan tinggal tetap di Sakurjaya atau pindah kembali ke tempat asal,” katanya.

Untuk tehnis pelaksanaan, katanya, siswa akan masuk sesuai kelas masing masing, dan untuk jangka panjang kalau kekurangan ruangan Disdik akan membangun lokal baru. “Saat ini yang kurang mungkin meubeler dan antisipasinya kita akan angkut dari sekolah awal kalau memang kurang, sedangkan untuk guru jika kurang akan ditambah guru yanhg lain dari Ujungjaya,” katanya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed