oleh

Jatah Raskin Menyusut 2,5 Kg per Karung, Pendistribusian Terhambat

KOTA – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Sumedang mengeluh terkait jatah beras miskin (raskin) yang diterima tiap-tiap desa menyusut hingga 2,5 kilogram per karung.

Kepala Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Sulistio mengatakan, dari jatah 180 karung (ukuran 15 Kg), hanya 30 karung yang berat timbangannya sesuai.

“Dari 180 karung, setelah kami timbang ulang, yang beratnya sesuai yakni 15 kg hanya 30 karung saja. Sementara sisanya, sebanyak 150 karung berat timbangannya tidak sesuai, ada yang 13 kg, ada pula yang hanya 12,5 Kg,” ujarnya kepada Sumeks, Selasa (11/10).

Pihak desa, kata dia, sebelumnya tidak pernah melakukan penimbangan ulang ketika raskin datang dan langsung membagikannya ke tiap RT.

“Tapi bulan lalu, sejumah Ketua RT mengeluh karena berat timbangan karung raskin yang diterima kurang dari 15 Kg. Akibatnya warga mengeluh ke RT karena jatah raskin yang mereka terima berkurang, dan RT menyalahkan pihak desa karena mereka mengira timbangannya dikurangi pihak desa,” ujarnya.

Dengan adanya permasalahan tersebut, Sulistio mengatakan, untuk jatah raskin bulan Oktober, sebelum dibagikan ke tiap RT. Pihak desa melakukan timbang ulang pada tiap karung raskin yang diterima.

“Dan ternyata, memang dari tiap karung, berat timbangannya tidak pas 15 kg, dari 180 karung jatah raskin hanya 30 karung yang berat timbangannya sesuai. Sisanya rata-rata berkurang 2 kg sampai 2, 5 Kg perkarung,” sebutnya.

Menindaklanjuti hal ini, lanjut dia, pihak desa telah membuat berita acara yang langsung disampaikan kepada pihak Satgas Raskin tingkat kabupaten.

“Kami berharap Satgas raskin di tingkat kabupaten atau Bulog mau bertanggungjawab atas berkurangnya berat timbangan karung raskin ini,” tuturnya.

Keluhan yang sama, disampaikan juga oleh sejumlah kepala desa di Kecamatan Cisitu, Kecamatan Darmaraja, dan Kecamatan Situraja. “Kami menduga berkurangnya jatah raskin dari tiap karung ini ada unsur kesengajaan dari oknum tidak bertanggungjawab di tingkat kabupaten. Oleh karenanya kami mendesak pihak terkait di kabupaten agar bertanggungjawab, sehingga masyarakat tidak dirugikan dan pihak desa tidak jadi sasaran keluhan warga,” tutur salah seorang kepala desa di Kecamatan Cisitu. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed