oleh

Petani Singkong Merugi, Musim Panen Harga Malah Merosot

WADO – Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, menjadi salah satu wilayah yang menjadi komoditi singkong. Para petani di desa tersebut, saat ini tengah memanen singkong yang ditanamnya sekitar beberapa bulan yang lalu.

Di salah satu desa yang ada di Kecamatan Wado ini, sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah daratan atau kebun. Terkadang, para petani memanfaatkan lahannya itu untuk ditanami jagung, dan palawija lainnya, termasuk singkong.

Salah satu petani singkong, Umar menjelaskan bahwa kali ini, singkong yang dihasilkan cukup bagus. Para petani, bisa merauk keuntungan dari singkong-singkongnya meski tidak maksimal, karena harganya murah.

“Saat ini, memang sedang musim-musimnya singkong. Jadi, para petani yang menanamnya saat ini sedang memanennya,” kata Umar di kebunnya, Sesala (11/10).

Dia memaparkan, dari 150 bata luasan tanah kebun milik petani, bisa menghasilkan lebih dari dua ton singkong. Bahkan singkong yang ditanam para petani di Desa Sukajadi, sebagian besar terbebas dari hama, seperi babi hutan, dan hama lainnya.

“Rata-rata di wilayah Dusun Sukanyiru ini, tidak diganggu oleh hama,” ujar dia.

Namun, petani menyayangkan harga singkong saat ini sangat murah. Oleh sebab itu, mereka lebih memilih menjualnya ke pabrik aci yang masih ada di desa tersebut.

“Kalau di jual keluar murah, lebih baik dijual di sini aja,” ucapnya.

Kepala Desa Sukajadi, Dede Suhendar membenarkan, bahwa para petani singkong saat ini memang tengah panen singkong. Tapi, mereka tidak bisa puas merauk keuntungan, sebab harga singkong saat ini tengah merosot.

“Kasian petani singkong, harganya saat ini sedang turun. Diperkirakan harganya itu dibawah Rp 500 perkilogramnya,” kata kades.

Selain itu, para petani singkong tidak bisa menyimpan hasil taninya, sebab singkong tidak bisa bertahan lama, kecuali diolah terlebih dahulu.

“Ya, kalau pun murah mereka akan tetap menjualnya, sebab singkong tidak bisa bertahan lama. Kecuali dijadikan aci atau diolah jadi makanan yang bisa bertahan lama,” tukasnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed