oleh

Pembangunan Masjid Masih Terkendala Biaya, Bupati dan Baznas Tinjau Pembangunan

DARMARAJA – Beberapa mesjid di wilayah relokasi korban penggenangan Waduk Jatigede, mendapat pantauan langsung Bupati Sumedang, Eka Stiawan. Hal itu, dilakukan Eka bersama Ketua Baznas Sumedang, H. Ali Badjri beserta jajarannya, melakukan peninjauan langsung terhadap masjid-masjid yang sebelumnya mendapat bantuan Baznas Sumedang dan provinsi, Senin (10/10) lalu.

Lokasi yang menjadi bidikan, yaitu Masjid Al Ikhlas dan Al Amanaha, yang ada di Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja. Serta, masjid yang ada di Kampung Baru, Desa Wado, Kecamatan Wado.

“Kita ingin lihat sendiri sejauh mana pembangunan masjid yang pernah kita salurkan bantuan,” kata Ketua Baznas Sumedang, H. Ali Badjri.

Pantauan Sumeks, masjid-masjid tersebut belum bisa digunakan warga untuk kegiatan keagamaan, karena kontruksi bangunannnya baru sekitar 40 persen. Meski demikian, diharapkan pembangunannya cepat selesai. Selain itu, Ali juga mengapresiasi kerja keras warga yang sudah membantu dalam pembangunan masjid.

“Keinginan warga untuk punya masjid sendiri sangat kuat. Mudah-mudahan cepat selesai. Dengan adanya masjid mudah-mudahan bisa membuat warga lebih semangat beribadah,” tambahnya.

Lebih jauhnya, Ali menambahkan, khusus untuk Masjid Al Ikhlas di blok Ciputat, Dusun Pasirlempah, Desa Sukamenak, pembangunannya akan dibiayai Baznas Jawa Barat sampai selesai.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Ikhlas, Ahmid mengatakan, biaya pembangunan masjid berasal dari para donatur dan swadaya masyarakat. Meski begitu, dia juga mengatakan, pembanguan masih terkendala kurangnya biaya.

“Bantuan yang diberikan Baznas dan donatur lainnya tentu sangat membantu, namun begitu kita masih berharap perhatian dari pihak pemerintah, karena kita masih terkendala biaya,” tuturnya.

Dia juga berharap, Ramadan tahun yang akan datang, warga sudah dapat melakukan kegiatan ibadah di mesjid tersebut. Sehingga jangan sampai seperti tahun lalu, sampai-sampai warga harus melakukan ibadah solat tarwih di tenda.

“Mudah-mudahan tahun yang akan datang mesjid ini sudah selesai 100 presen, agar kita bisa nyaman beribadah,” tukasnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed