oleh

Siswa Korban Bencana Ditampung, SDN Trijaya Sudah Siap

UJUNGJAYA – SDN Trijaya di Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, akan menerima siswa korban bencana alam Sumedang sebagai siswanya. Bahkan, mereka pun telah siap jika harus menerima para siswa esok atau lusa, untuk melakukan proses belajar.

“Kami akan siap melakukan pembelajaran bagi para siswa korban bencana. Kapan pun itu kami siap membantu,” ujar seorang guru senior SDN Trijaya, Popon Rohaeni S.Pd, kepada Sumeks di lokasi hunian sementara korban bencana alam, Selasa (11/10).

Sebelumnya, kata dia, pihaknya telah menerima utusan yang mengatakan SDN Trijaya akan dititipi siswa korban bencana alam. Siswa-siswa itu terdiri dari berbagai tahapan dan kelas.

“Siswa-siswa korban bencana alam itu terdiri dari kelas satu hingga kelas enam. Mereka akan belajar di sini,” terangnya.

Dikatakan Popon, apabila ada kekurangan dalam melakukan proses belajar, semuanya bisa dimusyawarahkan dan diatur. Misalnya, diberlakukan waktu belajar pagi dan siang, apabila fasilitas kelas ataupun fasilitas belajar kurang.

“Terpenting, semuanya tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi. Sehingga proses belajar tetap berjalan bagi anak-anak. Karena mereka juga berhak mendapatkan pelajaran,” jelasnya.

Terpisah, Kepala SDN Trijaya, Drs Ade Yaya Suryana mengatakan, pihaknya telah siap menerima siswa korban bencana alam Sumedang untuk bersekolah di SDN Trijaya. Sementara ini, jumlah siswa SDN yang akan mengikuti proses belajar di SDN Trijaya sekitar 40 siswa. Namun saat ini, pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah di setiap masing-masing kelasnya.

“Makanya kami akan menunggu data tersebut. Kami menunggu sampai sekitar pukul 16.00 di sekolah hari ini (kemarin. red). Ataupun, para orang tua dapat mendata langsung sehingga sekolah menerima data yang sudah jadi. Itu sangat berguna untuk mempersiapkan fasilitas yang akan digunakan siswa nantinya,” katanya.

Dikatakan Ade, untuk memudahkan pendataan, pihaknya menyarankan para siswa bisa diajak langsung ke sekolah. Para siswa, bisa langsung didata oleh wali kelas masing-masing.

“Hal itu dilakukan agar proses belajar bisa dilakukan secepatnya. Kalau mungkin, besok (hari ini. red) para siswa bisa langsung belajar,” tandasnya.

Terkait persiapan fasilitas belajar, Ade menerangkan, pihaknya telah mengontak beberapa sekolah yang mempunyai kelebihan bangku dan kursi. Sementara ini, pihaknya telah mendapatkan bangku sebanyak 15 unit dari SD Cibuluh. Sedangkan untuk keperluan kursi, ia mencoba melakukan kontak dengan SD Ujungjaya II.
“Ini hanya bersifat sementara. Selanjutnya kami memohon bantuan kepada Disdik ataupun Pemkab Sumedang untuk menambah kekurangan fasilitas untuk proses belajar. Karena, fasilitas mebeler yang ada saat ini tidak memadai,” harapnya.

Untuk ruangan kelas yang akan digunakan di SDN Trijaya, dirasa cukup untuk jumlah siswa 40 orang. Siswa korban bencana alam dapat langsung belajar.

“Kami akan terus berusaha memaksimalkan para siswa korban bencana alam untuk dapat segera belajar,” tandasnya.

Menurut data yang diperoleh Sumeks, siswa korban bencana yang akan belajar di Kecamatan Ujungjaya sebanyak 73 orang. Terdiri dari 40 siswa SD, 19 siswa SMP, dan sisanya ada siswa PAUD, TK, dan SMK.
“Siswa SMP akan belajar di SMP II Ujungjaya di Desa Cibuluh,” tutup Ade. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed