oleh

Siswa Korban Bencana di SD Trijaya Ujungjaya, Berkenalan dan Berbaur dalam Suasana Haru

Sebanyak 28 siswa korban bencana alam Sumedang, kini mulai bersekolah di tempat baru yakni di SD Trijaya Kecamatan Ujungjaya. Mereka mulai berkenalan dan berbaur dengan para siswa lainnya di sekolah tersebut. Para siswa diantar langsung oleh orang tua mereka. Suasana haru, sedih dan gembira bercampuraduk. Bagaimana suasananya. Berikut liputannya.

ATEP BIMO SUTEJO, Ujungjaya.

ADA suasana yang berbeda di SD Trijaya, Dusun Cikoang, Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya pagi itu, Rabu (12/10). Sekolah mendadak ramai karena kedatangan para siswa baru yang diantar orang tuanya menaiki mobil patroli Satpol PP Kabupaten Sumedang.

Ya, mereka adalah korban bencana alam Sumedang Selatan yang akan bersekolah di SD Trijaya. Pada hari pertama sekolah, sebanyak 28 siswa datang ke SD Trijaya dan akan mengikuti proses belajar.

Para siswa korban bencana alam itu terdiri siswa kelas satu sampai kelas empat masing-masing empat orang, kelas lima terdiri lima orang. Sedangkan, untuk kelas enam berjumlah tujuh orang.

Suasana haru, sedih dan gembira bercampur aduk saat para siswa beserta orang tuanya diperkenalkan pihak sekolah. Sebaliknya, Kepala Sekolah, para guru beserta siswa-siswa SD Trijaya menyambut dengan antusias siswa yang terkena korban bencana alam.

Kepala sekolah SD Trijaya, Drs Ade Yaya Suryana mengatakan sebelum dilakukan proses pembelajaran, pihaknya terlebih dahulu melakukan perkenalan dan silaturahmi antara siswa baru dengan siswa SD Trijaya. Sebutnya, para siswa mendukung dan menerima dengan rasa kekeluargaan para siswa baru tersebut.

“Kegiatan itu tidak hanya dilakukan oleh para guru beserta siswa saja. Tetapi, para orang tua siswa baru pun ikut terlibat. Kami sangat antusias dengan kedatangan mereka,” ujar Ade kepada Sumeks seusai acara, kemarin.

Disebutkan Ade, status siswa sementara ini merupakan titipan dari SD awal mereka. Selanjutnya, keputusan terkait para siswa akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan bersama pemerintahan Kabupaten Sumedang. Kini, pihaknya menunggu keputusan status siswa tersebut dalam sebulan kedepan.

“Kami menerima mereka dengan sepenuh hati layaknya sebagai siswa disini. Karena, setiap siswa berhak mendapatkan pelajaran sepenuhnya. Kami turut bertanggung jawab atas pendidikan mereka,” jelasnya.

Terkait mebeler, kata dia, kini telah terpenuhi berkat dukungan para kepala sekolah, komite dan para guru. Bahkan, pihaknya juga mendapatkan dukungan dari kepala Dusun Cikoang.

“Sementara ini, mebeler cukup terpenuhi berkat koordinasi seluruh kepala sekolah di Kecamatan Ujungjaya. Mereka ada yang meminjam pakaikan dan menghibahkan meja kursi tersebut ke SD Trijaya. Untuk kekurangan kursi, kita juga mendapatlan bantuan kursi dari bale Kampung Cikoang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD TK SD dan PNF Kecamatan Ujungjaya, H Engkus Haerudin mengapresiasi kesigapan pihak SD Trijaya menerima siswa korban bencana alam. Selain itu, ia juga kagum dengan kekompakan para kepala sekolah di Kecamatan Ujungjaya dalam memecahkan masalah tersebut.

“Sehingga para siswa korban bencana alam kembali dapat belajar dengan semestinya setelah beberapa waktu sempat tidak sekolah,” tukasnya.

Engkus berpesan kepada para pelajar korban bencana alam agar dapat belajar sebagaimana biasanya.
Sebutnya, belajar di sekolah asal mereka ataupun di sekolah yang baru harus dengan bersungguh-sungguh.
“Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Meski terkena bencana alam, para siswa jangan patah semangat. Mereka harus tetap mendapatkan pendidikan,” pungkasnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed