oleh

Tiga Hari Tinggal di Tempat Pengungsian, Rasakan Kelaparan

KOTA – Baru tiga hari tinggal di tempat hunian sementara (huntara) di Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, para pengungsi korban bencana alam tanah longsor asal Cimareme dan Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, mulai merasakan kelaparan.

  Hal ini diakibatkan mereka tak bisa memasak karena tak adanya alat masak. Sementara sebelumnya pihak Pemkab menjanjikan setiap pengungsi akan diberi alat masak untuk keperluan sehari hari di huntara.

  “Beras dan mie instan kami memang dikasih, tapi mau dipasak pakai apa kalau alat masaknya tak ada. Sehingga kami pun kelaparan,” terang Jujun Junaedi (38) salah seorang pengungsi asal Cimareme, Kelurahan Pasanggarahan.

Diakui Jujun pada Selasa (11/10) ia pun baru bisa makan sekitar jam 17.00 sore, itu pun pemberian warga sekitar Huntara yang kebetulan datang.

“Bakat ku lapar, nu sanes mah sangu hasem wae dimakan. Da ari entos kumaha rek masak teu tiasa, sarimi ge di makan atah weh (Kepalang lapar, yang lain makan nasi basi. Habis mau gimana lagi mau masak gak bisa. Mi Instan juga dimakan mentah),” terangnya.

Dijelaskan Jujun, selain tak ada alat masak, selama dua malam tinggal di Huntara ia dan pengungsi lainnya bila malam tiba hanya mengandalkan penerangan lilin, mengingat saat ini huntara belum dilengkapi dengan listrik.

“Untuk penerangan kami hanya dibagi lilin masing masing satu pak, sementara genset yang katanya akan digunakan untuk penerangan rumah hanya digunakan untuk penerangan PJU saja,” tambahnya.  
 
Begitu pun dengan posko kesehatan, poskonya memang ada tapi petugasnya tidak ada, sehingga kami merasa kesulitan ketika akan berobat.

“Sementara kalau pasokan air bersih, selama tiga hari kami tinggal huntara alhamdulilah cukup,” terangnya.

  Sementara itu Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Ayi Rusmana ketika dikonfirmasi tentang kondisi tersebut, Rabu (12/10) kemarin tidak ada di kantor. Menurut informasi Kepala pelaksana BPBD sedang tugas luar ke Menado. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed