oleh

Program Sejuta Rumah Baru 40 Persen

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan terus merealisasikan Program Satu Juta Rumah. Per Oktober 2016 ini, kementerian yang dipimpin Basuki Hadimulyono itu telah membangun 415 ribu unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengaku optimistis program yang dimulai 1 Mei 2015 itu akan terwujud seiring progres yang ada. “Capaian Program Satu Juta Rumah sampai Oktober ini telah terbangun sebanyak 415 ribu,” ujar Syarif, Rabu (12/10).

Pria yang akrab disapa Chali itu menambahkan, dari capaian 415 ribu unit rumah itu, 316 ribu unit untuk MBR. Sisanya untuk masyarakat non-MBR.

Saat ini, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan juga terus mengumpulkan data pembangunan dari kementerian/lembaga terkait, termasuk pemerintah daerah serta perusahaan yang juga ikut melakukan pembangunan rumah bagi masyarakat.

“Itu baru data yang masuk ke kami (Ditjen Penyediaan Perumahan, red). Mungkin di lapangan jumlah rumah yang dibangun bisa lebih banyak dari itu. Kami akan terus kumpulkan datanya,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang ada, pembangunan rumah yang termasuk dalam Program Satu Juta rumah terbanyak ada di Provinsi Jawa Barat. Sedangkan di peringkat kedua adalah Banten.

Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah tidak hanya menghitung pembangungan rumah bersubsidi saja, tapi juga pembangunan rumah menengah dan mewah dari para pengembang, pemerintah daerah, perusahaan via corporate sosial responsibility (CSR), lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta rumah yang dibangun masyarakat secara swadaya.

“Sampai saat ini data dari pembangunan rumah yang dilakukan oleh LSM dan CSR perusahaan masih ada yang belum masuk. Kami berharap kerja sama dari para pengusaha untuk melaporkan hasil pembangunan rumah untuk masyarakat kepada kami,” tuturnya.

Chali mengakui bahwa angka 415 ribu itu baru baru sekitar 40 persen dari target. Karenanya ia berharap seluruh pemangku kepentingan perumahan lebih bersemangat dalam membangun rumah untuk MBR.

“Kami tetap berharap pembangunan rumah bisa lebih baik pencapaiannya dari tahun lalu. Ya minimal hingga tiga bulan ke depan bisa lebih dari 700 ribu unit rumah bisa dibangun,” pungkasnya. (esy/jpnn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed