oleh

Bangun Rakit Multifungsi, Kartar Wado Ingin Ada Posko SAR

WADO – Ketua Karang Taruna Kecamatan Wado, Kosam Erawan, meminta Pemerintah Kabupaten Sumedang, untuk membangun posko SAR di wilayah Jatigede. Pasalnya, waduk yang diairi pada 31 Agustus 2015 itu, mulai dikunjungi banyak wisatawan.

“Selain itu, seperti kejadian kemarin. Adanya korban tenggelam kan kita bisa mengantisipasi. Naudzubillah tapi ya, kalau hal-hal seperti itu terjadi lagi. Kalau sudah ada tim SAR, kan minimal dalam memberikan pertolongan akan lebih cepat,” kata Kosam Erawan pada Sumeks, Rabu (12/10).

Sebagai organisasi yang bergerak dalam hal sosial, Karang Taruna Kecamatan Wado, selalu paling depan jika ada kejadian yang berkaitan dengan Jatigede. “Kita, kemarin sebelum ada intruksi harus adanya pencarian korban mayat yang terbawa hanyut dari Garut, kita dari Karang Taruna Kecamatan Wado sudah melakukan pencarian terlebih dahulu. Sehingga begitu ada intruksi pencarian secara resmi, langsung bisa bersinergi,” ujarnya.

Meski demikian, kata Kosam, pihaknya menginginkan adanya pelatihan-pelatihan khusus untuk membekali keterampilan anak-anak karang taruna. “Kalau semangat sosialnya, sudah tidak diragukan lagi. Tapi mereka juga perlu untuk mendapat bekal pelatihan, agar lebih safety dan trampil saat melakukan pencarian korban. Jangan sampai mereka yang melakukan pencarian, tapi mereka sendiri yang justru nantinya malah kecelakaan,” ujarnya.

Selain itu, sebut Kosam, Karang Taruna Wado, memberdayakan wilayah pesisiran Bendungan Jatigede, dengan membangun rakit. Pembangunan rakit secara swadaya itu, sebagai bagian dari upaya untuk pemberdayaan pada anak muda.

“Iya, kita memang sedang membangun rakit. Kita bangun rakit yang memang multifungsi. Bisa untuk dipergunakan pertemuan, arisan, ngaliwet keluarga, dan sebagainya. Bisa juga untuk refreshing seperti memancing, kita bangun di sekitar perairan Wado. Pembangunannya hingga saat ini sudah berjalan, termasuk kita juga menyediakan pelampung,” ungkapnya.

Terkait adanya keinginan adanya Posko Tim Sar, sebelumnya komandan regu (Daru) Badan SAR Nasional (Basarnas), Arief Budiman, sudah menyarankan hal itu sewaktu pihaknya melakukan pencarian mayat korban banjir bandang Garut yang terbawa arus Sungai Cimanuk ke Bendungan Jatigede.

“Mengingat Sumedang saat ini memiliki wilayah perairan yang luas, dan banyak dikunjungi wisatawan. Selain itu ada beberapa kejadian yang memang lambat dalam proses evakuasi korban, karena berbagai kendala. Padahal di lokasi wisata air sangat sensitif dengan kejadian korban tenggelam, dan penemuan mayat. Makanya saya rasa di wilayah-wilayah besisir waduk ini, perlu dilengkapi peralatan seperti alat evakuasi seperti perahu karet dan orang-orang ahlinya,” tukasnya. (sep/ign)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed