oleh

Ditunggu-tunggu, Bupati Eka Tak Kunjung Datang, Warga Kecewa

KOTA – Sejumlah warga korban bencana longsor di tempat pengungsian sementara di Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, kecewa terkait tidak jadinya Bupati Sumedang, Eka Setiawan menemui mereka.

Padahal, mereka ingin curhat kepada Bupati terkait permasalahan yang kini dihadapi mereka. Sejatinya H. Eka Setiawan, akan berkunjung ke tempat pengungsian, Kamis (13/10). Namun, sayang, orang nomor satu di Kota Tahu tak jadi ke Sakurjaya seusai berkunjung ke Desa Cipelang, Kecamatan Ujungjaya.

Informasi yang dihimpun Sumeks, alasan bupati tak jadi datang, karena Bupati Eka Setiawan sudah ditunggu oleh tamu di Gedung Negara. Padahal, jarak antara Desa Cipelang ke Desa Sakurjaya tidak terlalu jauh.

“Bapak sudah ditunggu tamu di Gedung Negara sehingga harus segera kembali ke Sumedang,” kata Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sumedang H. Asep Tatang Sujana seraya permohonan maaf Bupati kepada para pengungsi di lokasi hunian sementara (huntara) pengungsi Desa Sakurjaya itu.

Sejak para pengungsi korban bencana alam di Sumedang Selatan itu digeser dari GOR Tadjimalela ke Huntara Sakurjaya, Bupati Eka Setiawan memang belum pernah menemui pengungsi di huntara itu.

“Teu acan ngalayad ka dieu Pak Bupati mah ti ngawitan abdi ngaralih ka dieu oge. (Belum pernah menengok ke sini pak Bupatinya juga, sejak kami pindah ke sini),” kata Ny. Nining (26) dan Ny Yati (36) pengungsi asal Desa Ciherang itu.

Menurut Nining dan Yati serta pengungsi lainnya, mereka ingin sekali bertemu Bupati untuk menyampaikan curahan hati alias curhat. “Muhun wartosna dinten ieu Pak Bupati bade kadieu ngalayad, numawi abdi bade curhat ngadugikeun uneg-uneg bae bari sareng nganuhunkeun, tapi geuning teu cios,” kata mereka menyesali.

Menurut warga, sangat banyak hal yang akan disampaikan kepada orang nomor satu di Sumedang ini. Terutama, karena sebelum pindah digeser ke huntara karena mereka dijanjikan soal kesiapan perabot memasak di huntara.

“Katanya segalanya sudah disiapkan tapi kenyataannya begini. Soal air memang ada tapi yang lainnya tidak ada. Lilin bagian oge ayeuna tos seep janten engke wengi mopoek bae panginten. (Lilin bagian juga sudah habis, jadi nanti malam pasti gelap gulita,” katanya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed