oleh

Warga Resahkan Truk Batu

CONGGEANG – Lalu lalang truk pengangkut batu di Jalur Conggeang-Ujungjaya, membuat sebagian warga resah. Truk-truk pengangkut batu sirtu, dikhawatirkan akan terguling, apalagi saat melewati ruas jalan yang jelek. Saking khawatirnya, terkadang para pengendara motor ataupun mobil saat berpapasan harus menghentikan laju motornya terlebih dahulu.

Pantauan Sumeks, truk-truk pengangkut batu nampak membawa muatannya melebihi kapasitas bak. Batu-batu besar menonjol hingga melebihi batas atas bak truk.

Seorang warga Desa Cacaban, Kecamatan Conggeang, Nana mengatakan, truk-truk pengangkut batu berasal dari daerah galian yang berada di Kecamatan Conggeang. Mereka mengangkut batu untuk cluser yang berada di Kecamatan Ujungjaya.

“Sebenarnya, sampai saat ini belum terdengar truk mengalami rem blong ataupun terguling. Namun warga tetap mengkhawatirkan hal itu terjadi. Sebab banyak pengguna jalan lain yang melintas di jalan Conggeang-Ujungjaya,” ujar Nana kepada Sumeks, Kamis (13/10).

Nana menerangkan, apalagi saat kendaraan melewati jalur tanjakan Kadongdong di Desa Cacaban. Keadaan jalan yang rusak dengan turunan tajam memaksa para pengendara lainnya untuk mengalah.

“Misalnya pengendara motor harus meminggirkan terlebih dahulu motornya ataupun pengendara mobil harus menghentikan mobil jauh-jauh dari tanjakan karena khawatir truk terguling,” terangnya.

Truk-truk tersebut, melintas pada waktu siang dan malam hari. Mereka (truk), seakan tidak mengenal waktu dan terus lalu lalang di jalur Conggeang-Ujungjaya.

Menurutnya, selain khawatir terguling dan akan menimbulkan korban, truk juga menyebabkan kerusakan jalan yang ada semakin parah. Ruas jalan Desa Cacaban, Kecamatan Conggeang, hingga Desa Cipelang, Kecamatan Ujungjaya, kini semakin rusak.

“Beberapa titik yang mengalami kerusakan parah antara lain, Tanjakan Kadongdong, Dusun Banas Banten, Bedeng, hingga Dusun Neglasari,” jelasnya.

Terpisah, seorang warga lainnya, Rustendi menyebutkan lalu lalangnya truk, juga menimbulkan kekhawatiran yang mendalam. Angkutan truk itu, harus memikirkan keselamatan bagi warga lainnya.

“Solusi terkait angkutan truk itu harus segera dicari. Jangan hanya memikirkan keuntungan sendiri, tetapi meresahkan warga lainnya,” tukasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed