oleh

Honor Guru PAUD Rp100 Ribu

PEMERINTAH Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berupaya memperjuangkan pengalokasian anggaran untuk insentif guru pendidikan anak usia dini (PAUD) senilai Rp1,2 juta per orang/tahun. Dengan kata lain, Rp100 ribu per bulan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, H Herdiat Sunarya menegaskan, pihaknya hanya bisa mengupayakan, bukan menjanjikan.

“Saya tidak berani menjanjikan, tetapi akan memperjuangkannya. Karena selama ini kita ketahui guru PAUD hanya dibayar dengan istilah Sajuta. Artinya sabar, jujur dan tawakal,” ujar Herdiat saat peringatan HUT Himpaudi ke-VIII di Kober Melati 1 Yayasan, kemarin.

Dia menjelaskan pengalokasian anggaran dalam APBD tidak mudah. Banyak mekanisme yang harus ditempuh. Namun, pemkab akan mencoba membahas anggaran untuk insentif tersebut bersama DPRD. 

Diketahui saat ini ada sekitar 5.000 guru dari 800 lembaga PAUD di Ciamis. Jika setiap guru diberi insentif Rp 100 ribu per bulan, maka pemerintah harus mengalokasikan angggaran Rp6 miliar per tahun. APBD Ciamis saat ini mencapai Rp2,4 triliun. 

“Tentunya dengan uang segitu tidak ada nilainya (dibanding) dengan (jasa) guru yang  sudah membentuk karakter sejak dini. Artinya tidak ada apa-apa. Semoga saja bisa kami perjuangkan,” katanya.

Wakil ketua DPRD Ciamis Yana D Putra menambahkan pemberian insentif untuk guru PAUD sangat penting.

Paslanya, mereka telah memberi kontribusi besar dalam pendidikan karakter generasi bangsa. 

Rencana pemerintah daerah yang akan memperjuangkan pemberian insentif sangat dia dukung.

“Kami akan tindaklanjuti serta akan direalisasikan. Setidaknya insentif ini sebagai sebuah penghargaan kepada para guru PAUD,” ucap Yana.

Ketua Forum PAUD Kabupaten Ciamis Nurjamil Alisahbana berharap insentif untuk guru PAUD bisa segera terealisasi. “Semoga saja bisa terwujudkan,” tuturnya. (isr/sam/jpnn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed