oleh

HTI Kecam Ahok

TANJUNGSARI – Setelah ramai diberitakan tentang Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang dinilai telah menistakan kitab suci Alquran, menuai reaksi hingga ke pelosok daerah termasuk Kabupaten Sumedang. Sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesa (HTI), menggelar aksi diam secara serentak yang bertema “Tangkap dan Hukum Penista Alquran” di Kecamatan Tanjungsari dan Jatinangor, Minggu (16/10).

Aksi yang dilakukan HTI DPC Tanjungsari, digelar di Alun-alun Kecamatan Tanjungsari. Sementara HTI DPC Jatinangor, digelar di Pangkalan Damri Jalan Ir Soekarno, Kecamatan Jatinangor.

Para peserta aksi di Jatinangor yang berjumlah sekiar 50 orang tersebut, membentangkan spanduk dan membagikan selebaran penolakan terhadap Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua HTI DPC Jatinangor, Rudy Hardjo, menyampaikan bahwa mereka mengutuk dengan keras pelecehan terhadap Alquran yang dilakukan Ahok, karena telah melakukan tindakan yang tidak bisa diterima.

“Kami juga menuntut kepada aparat yang berwenang untuk segera menindak tegas kepada siapapun yang telah melakukan tindakan penghinaan terhadap Alquran,” katanya.

Para peserta aksi tersebut, juga turut menyerukan kepada umat Islam di Jakarta khususnya untuk dengan tegas, menolak Ahok untuk menjadi gubernur mendatang. Sementara di Kecamatan Tanjungsari, aksi yang dipimpin Ustad Ihsan Hasim, diikuti sekitar 100 orang santri dengan melakukan hal yang sama. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan Ahok minta maaf? proses jalan terus, Tangkap dan hukum ahok menghina Alquran. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed