oleh

Animo Pengunjung Semakin Tinggi

KOTA – Animo pengunjung car free day (CFD) di stage Sumeks-Absurd, semakin meriah, Minggu (16/10). Tak hanya itu, pada pageran seni sekaligus penggalangan dana ini, pun pengisi acara semakin beragam. Yakni, komunitas Absurd, Kawung, Bagawat, BMX Binokasih, BeatBox Sumedang, serta kontestan Dangdut Academy 3 Indosiar, Hayati.

Dari sekian banyaknya pengisi acara, Kontestan Dangdut Academy Indosia, Hayati dan pocong menjadi pusat perhatian pengunjung.

“Pada pagelaran seni Minggu sebelumnya, kita bersama Sumeks, spontan menggelar stage. Namun hari ini (kemarin, red), Alhamdulillah, banyak bergabung dari komunitas seni maupun komunitas lainnya. Juga, kehormatan bagi kami, atas kedatangan Kang Herman Suryatman pada gelaran kali ini dan juga Kang Kris,” ujar Pendiri Komunitas Absurd, Deden.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformai Birokrasi (PANRB) Herman Suryatman, mengapresiasi kegiatan yang digagas Sumeks-Absurd ini.

“Mudah-mudahan, area car free day ini juga bisa menjadi ajang aktualisasi anak-anak muda dalam pengembangan bakatnya. Car free day di Sumedang juga sudah sangat beragam, karena ada juga komunitas yang konsen terhadap pendidikan dengan membuka stage membaca,” tutur Herman.

Sedangkan GM Sumeks, Handri S Budiman, mengucapkan terima kasih kepada para pengisi acara. Pasalnya, pada penggalangan dana ini, para pengisi acara secara sukarela tampil di stage Sumeks-Absurd. Selanjutnya, dana yang terkumpul dari penjualan minuman ringan (minuman teh), akan diserahkan kepada yang berhak.

“Jadi minuman yang kami jual ini, tidak dipatok harganya. Meski di toko-toko maupun warung harganya Rp 5.000 per botol, pada panggalangan dana ini, minuman tersebut dijual dengan harga se-ikhlasnya,” ujar.

Ke depan, stage Sumeks-Absurd di CFD ini, akan merutinkan pagelaran kesenian tradisional maupun modern. “Karena saat ini ada sebagian saudara kita yang terkena musibah, maka pagelaran kesenian maupun aksi dari teman-teman komunitas lainnya, difokuskan pada penggalangan dana,” tutup Handri. (mg1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed