oleh

Jadup Pengungsi Segera Cair

KOTA – Penerangan listrik, kini telah menyala di lokasi hunian sementara (huntara) korban bencana alam di Desa Sakuraja, Kecamatan Ujungjaya, sejak Sabtu (15/10) malam. Kini, para penghuni huntara sudah merasa betah dan nyaman berada di Desa Sakurjaya, meski berada puluhan kilometer dari pemukiman sebelumnya di Ciherang dan Cimareme, Kecamatan Sumedang Selatan.

“Alhamdulillah listrik kini sudah menyala sejak malam Minggu kemarin, dan alat-alat memasak sekarang sudah lengkap,” kata Kordinator pengungsi Dede Rahmat yang juga Ketua RW 03 Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, kepada Bupati H Eka Setiawan berserta rombongan para pejabat Sumedang yang menengok para pengungsi di Huntara Sakurjaya, Senin (17/10).

Dede Rahmat atas nama para pengungsi, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang, yang telah tanggap menangani para korban bencana alam longsor ini.

Namun, kata Dede, karena sekarang pengungsi merasa betah, para pengungsi ingin menjadi penghuni tetap (huntap) di Desa Sakurjaya.

“Jadi kami ingin menetap di sini jangan hanya sementara atau hanya tiga bulan saja, tetapi sudah saja menjadi penghuni tetap, karena pemukiman kami sebelumnya sudah tidak layak dihuni lagi,” kata Dede yang juga Ketua Forum Karang Taruna Kabupaten Sumedang ini.

Terhadap aspirasi tersebut Bupati Eka Setiawan belum bisa memutuskan, karena persoalan ini akan dibahas dulu dan diajukan ke Pemprov Jawa Barat. “Kami akan bahas dulu permintaan para pengungsi menjadi huntap, apalagi perumahan yang tadinya untuk Orang Terkena Dampak (OTD) Bendungan Jatigede sehingga harus diusulkan ke Pemprov Jawa Barat,” kata Bupati Eka Setiawan.

Menanggapi beberapa keinginan sejumlah warga pengungsi, seperti halnya ketersediaan mushola serta lapang olahraga, Bupati Eka Setiawan mengatakan, pihaknya akan terus berusaha untuk mengakomodir keperluan warga.

“Saat ini memang belum sepenuhnya sempurna, tapi kami akan terus berupaya agar para warga pengungsi di huntara ini merasa betah dan nyaman. Sampaikan saja keinginannya melalui posko utama, mudah-mudahan kami bisa memenuhinya,” ungkapnya.

Di lokasi huntara, beberapa fasilitas sudah dipenuhi, seperti halnya listrik berdaya 1300 watt sudah terpasang dan pihak PLN sudah pula mengisi pulsa listrik sebesar Rp. 20.000 per rumah. Untuk kebutuhan air pihak PDAM terus bersiaga. Sementara untuk layanan kesehatan warga, posko kesehatanpun sudah tersedia dan letaknya berdampingan dengan posko utama.

Terkait dengan jadup (jaminan hidup), Bupati mengatakan akan segera turun dalam beberapa hari kedepan. “Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, jadup ini segera turun dari pihak Kemensos dan bisa segera didistribusikan kepada warga pengungsi serta nilainya tidak akan hilang sejak mereka pindah kesini,” ujar Bupati.

Terkait dengan kondisi pengungsi kedepan di huntara, Bupati mengatakan pihaknya akan mencari beberapa alternatif lain. “Saat ini kami masih mencari beberapa alternatif terbaik buat mereka, apakah tetap di sini atau pindah ke lokasi lain sebagai hunian tetapnya. Kita lihat ke depan perkembangannya seperti apa, karena kita tahu Sumedang merupakan daerah rawan bencana, sehingga harus tersedia tempat-tempat untuk menampung korban sebagai pemukiman darurat,” ungkapnya.

Menurut Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dadi Mulyadi, jumlah para pengungsi di Huntara Sakuraja ini, sesuai data awal yaitu 105 keluarga (KK) atau 375 jiwa. Data 105 KK ini, kata Dadi, sudah dicatat dan dikirim ke pusat sehingga kalau pun ada juga informasi para pengungsi susulan ke huntara ini, pihaknya belum bisa menambah.

“Ya kami tetap saja berpatokan dulu kepada data awal, bahwa pengungsi ke huntara ini 105 KK atau 375 jiwa, itu saja dulu,” katanya di lokasi huntara. (her/rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed