oleh

SD Sukarerang 1 Tergusur Tol, Pemdes Cikole Sediakan Tanah

CIMALAKA – Pembangunan Tol Cisumdawu, akan menggusur keberadaan Sekolah Dasar (SD) Sukarerang 1, di Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka. Sebanyak 188 siswa SD Sukarerang 1, akan dipindahkan ke tempat yang baru.

Rencananya, SD Sukarerang 1 tersebut akan direlokasi ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Sehingga, tidak akan mengganggu proses belajar mengajar di SD tersebut.

Kepala SD Sukarerang 1, Mulyati S.Pd, membenarkan bahwa SD yang dipimpinnya akan terkena proyek tol. Namun, rencana relokasi tersebut hingga kini belum jelas kapan akan dilakukan.

“Ya benar, SD ini akan terkena proyek Tol Cisumdawu. Tetapi kami belum mengetahui secara pasti waktunya,” kata Mulyati kepada Sumeks di kantornya, Selasa (18/10).

Menurutnya, SD Sukarerang 1 akan direlokasi ke lahan yang telah disediakan Pemerintah Desa Cikole.
Menurut Pemdes Cikole, tanah tersebut tidak jauh dari lokasi awal, namun pihaknya belum mengetahui lokasi pasti lahan tersebut karena belum pernah melihat ke lokasi.

“Pihak desa mengatakan lokasi lahan berada di sebelah barat dan tidak jauh. Sehingga para murid masih dekat dengan lingkungan sekolah,” terangnya.

Terpisah, Kepala UPTD TK, SD, dan PNF Kecamatan Cimalaka, Wawan Erawan S.Pd, M.Si, berharap yang terbaik bagi SD Sukarerang 1. Karena, kata dia, pembangunan jalan tol merupakan program pemerintah, tetapi jangan sampai menghapus SD yang ada karena tergusur.

“Tetap kami mengharapkan yang terbaik bagaimanapun caranya. Asalkan jangan menghapus keberadaan SD Sukarerang 1 nantinya disaat ada pembangunan tol,” kata Wawan.

Terkait rencana relokasi SD Sukarerang 1, Wawan berharap relokasi tidak mengurangi aset dan fasilitas sekolah yang ada. Bahkan kalau bisa, aset yang ada lebih ditingkatkan saat nanti dilakukan relokasi.

“Keberadaan sekolah di tempat yang baru, nantinya minimal harus seperti sekarang ini. Syukur-syukur lebih ditingkatkan dari yang ada sekarang,” tandasnya.

Wawan berharap, tempat relokasi SD Sukarerang 1 tidak terlalu jauh dari tempat awal supaya terjangkau para murid saat berangkat sekolah.

“Sehingga, mereka dapat menjalankan aktifitas belajarnya seperti biasanya. Dan, diharapkan tidak akan ada perubahan yang terlalu mencolok agar mereka dapat cepat beradaftasi di tempat yang baru,” tutupnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed