oleh

Berbagai Indikasi Muncul

TANJUNGSARI – Ditemukannya bayi malang yang tidak berdosa dalam keadaan tewas di Jalan Raya Tanjungsari tepatnya di Kampung Cijangel, Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Rabu (19/10) pagi, membuat spekulan berbagai pihak.

Sejumlah warga menyebut, pembuangan bayi itu tak lepas dari perilaku seks bebas yang marak terjadi di Jatinangor dan sekitar kawasan pendidikan termasuk Tanjungsari.

Salah seorang warga Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari, Agus Sofiyan mengatakan jika di daerah sana (TKP, red) kerap ditemukan bayi yang dibuang orang tuanya.
Kebanyakan, kata Agus, hasil hubungan gelap yang tak mau aibnya terbongkar.

“Sebelumnya, pernah ada yang buang bayi di sana. Namun bayinya masih hidup dan dirawat warga setempat. Tahun sebelumnya bayi dibuang nyaris di dekat TKP dalam keadaan tewas,” katanya.

Agus menyebut, karena lokasi tempat ditemukannya bayi dekat dengan kawasan pendidikan, sehingga dia berspekulan pelakunya tak lain mahasiswi atau warga di sekitar kawasan pendidikan.

“Bisa saja pelakunya mahasiswa, karyawan pabrik, atau PSK yang kerap mangkal di Jatinangor. Itu bisa saja terjadi karena perilaku esek-esek di Jatinangor itu ada,” katanya.

Itu beralasan, kata dia, karena di Jatinangor banyak kos-kosan, apartemen, dan kontrakan karyawan yang bebas dari pantauan masyarakat maupun pemilik kosan.

“Kos-kosan dan kontrakan di Jatinangor itu bebas. Artinya siapa saja tamu bisa bertamu. Kadang kan bisa saja ‘gituan’nya malam ini. Sudah jadi bayi karena malu gak mau tanggung jawab, bayinya dibuang,” katanya.

Alasan lain, kata dia, tidak mungkin warga luar Jatinangor membuang bayi ke sana. Sebab, jika orang Sumedang (datang dari arah Sumedang, red) pasti membuang ke Cadaspangeran. Karena sepi dan tidak ada orang.

Apalagi, kata dia, pelakunya dari arah Bandung. Ketika lewat Bandung jalannya ramai dan bisa saja ketahuan di jalan.

“Prediksi pelakunya orang terdekat, karena bayi ditemukan dalam keadaan baru dilahirkan beberapa jam. Jadi itu orang dekat yang sengaja membuang bayi ke sana.
Kalau orang jauh tidak mungkin, karena bayinya keburu keluar,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed