oleh

Tamara Ngaku Diintimidasi

ARTIS cantik Tamara Bleszynski kerap menerima teror dan ancaman selama mengikuti persidangan pemukulan yang dilakukan I Wayan Sobrat. Hal itu dia ungkapkan kepada Hakim Ketua, Gede Ginarsa saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar sebagai saksi korban.
 
Wanita kelahiran 25 Desember 1974 itu memberi kesaksian jika dia kerap dibuntuti dan diancam. Hal itu yang membuatnya trauma sejak pemukulan dan penjambakan yang dilakukan tersangka, I Wayan Sobrat. 

“Setiap hari saya dibuntuti, diancam, bahkan anak saya yang masih kecil ikut diteror. Saya merasa tidak nyaman sejak kejadian itu. Saya dikejar dan dijambak,” ujar Tamara Bleszynski, kemarin.

Peristiwa memilukan itu dialami Tamara pada April 2016 di Denpasar, Bali. Teror yang dialami Tamara Bleszynski itu langsung melaporkannya ke desa adat setempat.

Dia mengaku sering  pusing pasca-penjambakan yang dilakukan Sobrat terhadapnya pada April 2016 silam.Penjambakan yang dilakukan begitu keras hingga beberapa helai rambutnya putus.

Dia mengaku sangat tertekan atas peristiwa yang terjadi enam bulan kemarin.

“Terus terang saya dibayangi ketakutan. Ke mana saya ke luar dibuntuti, dia kejar saya terus dan bilang saya kena karma. Hanya itu yang saya dengar,” tuturnya.

Sementara itu, Sobrat membantah semua tuduhan yang dialamatkan Tamara Bleszynski. Dia mengaku tidak pernah menjambak rambutnya. Dia juga tidak menyalahkan semua keterangan Tamara.

“Semua yang dikatakan ada yang benar dan ada yang salah. Tidak benar saya jambak dia,” kelit Sobrat. (rif/jpg)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed