oleh

Desa Paku Alam; Awalnya Seperti Hutan, Kini Miliki Potensi Wisata

Waduk Jatigede tidak hanya menyisakan duka bagi warga genangan. Namun dibalik itu, bendungan terbesar di Asia Tenggara ini memberi dampak posisif bagi warga terdekat.

Salah satunya jadi destinasi wisata. Seperti yang ada di Desa Paku Alam, Kecamatan Darmaraja. Seperti apakah potensi wisatanya, berikut liputannya.

HERI PURNAMA, Darmaraja

KONDISI jalan yang tak begitu besar disepanjang wilayah Kecamatan Cisitu, tepatnya di Desa Cigintung harus dilalui untuk menempuh salah satu desa yang terisolir yang masuk ke Wilayah Kecamatan Darmaraja.

Ya, Desa Paku Alam atau lebih dikenal dengan hakulah. Berbeda dengan beberapa tahun silam, sebelum adanya penggenangan Waduk Jatigede, wilayah hakulah jauh dari keramaian. Kondisinya seperti hutan belantara, pohon-pohon besar dan tanaman liar lainnya menjadi ciri khas yang menandakan wilayah tersebut.

Namun, saat ini pembangunan menyulapnya menjadi satu pemukiman yang punya nilai wisata yang menjanjikan. Letak geografisnya yang berada di dataran tinggi dan berdekatan dengan Waduk Jatigede menjadi ciri khas hakulah saat ini. Bukan hakulah masa lalu yang penuh dengan rumput ilalang.

Keberadaan dan kondisi desa tersebut cukup menarik perhatian Bupati Sumedang, Eka Setiawan pada saat menghadiri peresmian kantor desa tersebut. Eka menyebutkan, dari beberapa desa yang ia kunjung di wilayah Sumedang tepatnya di bagian timur baru kali pertama dia melihat ada desa yang punya potensi wisata yang luar biasa.

Hal itu dapat dijadikan peluang yang bagus untuk warga agar bisa terbantu dalam segi ekonominya. “Saya tertarik dengan desa ini untuk dijadikan desa wisata air Waduk Jatigede,” kata dia.

Bahkan, selama ini pihaknya sedang memikirkan untuk pembuatan wisata di Jatigede.
Namun belum ada wiayah yang cocok untuk hal itu, akan tetapi dirinya merasa termotiviasi dengan keadaan Desa Paku alam.

“Sepertinya disini memang cocok untuk dijadikan tempat wisata, kami akan coba meremukan lagi dengan pihak-pihak terkait untuk mempertimbangkan hal ini,” kata dia.

Untuk dijadikan wisata, memang desa tersebut perlu adanya pentaan secara khusus untuk tempat wisata yang permanen dan menarik banyak wisatawan, terutama wisatawan dari luar.

“Siapa tau disini untuk kedepannya bisa jadi tempat wisata tingkat provinsi bahkan nasional,” ucapnya.

Untuk itu, Pemkab jelas sangat membutuhkan bantuan dari pemimpin wilayah tersebut dalam hal ini adalah Camat dan kepala desanya. “Coba kepada pak camat dan kades buat konsep dengan skema wisata air,” katanya.

Salah satu pengunjung Asal Situraja, Dede menyebutkan, bahwa dirinya memang sering berkunjung ketempat itu (Desa Paku Alam). Tujuannya adalah untuk memancing ikan di Waduk Jatigede. Namun diuar itu dia juga merasa nyaman dengan kondisi alam ditempat itu yang punya daya tarik tersendiri.

“Saya kesini mau mancing, tapi selain itu juga saya sangat senang dengan pemukiman ini, karena letaknya itu sangat strategis,” kata dia. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed