oleh

Kantor Desa Digasak Maling, Uang Puluhan Juta Berhasil Diembat

CIMANGGUNG – Aksi maling kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sumedang. Tak tanggung-tanggung, kawanan pencuri ini tidak lagi menjadikan rumah mewah dan mesin ATM yang menjadi target sasaran malingnya. Namun, kantor desa.

Seperti yang terjadi di Kantor Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung. Uang negara senilai Rp20 juta di ruang Kepala Desa Sindangpakuon, Kecamatan Ciimanggung raib digondol maling, Senin (24/10) dini hari.

Pantauan Sumeks di lapangan, ruangan kantor desa diacak-acak maling. Kejadian itu diketahui setelah staf desa saat membuka pintu depan sekitar pukul 06:30 WIB, kaget begitu melihat ruangan sudah berantakan.

Informasi yang berhasil dihimpun Sumeks, kantor desa tersebut sudah dua kali dimasuki maling karena tidak ada penjaganya. Akibatnya, maling dengan leluasa mengobrak abrik seluruh isi ruangan kantor.

“Selain uang, Infokus dan STNK kendaraan roda dua juga raib. Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp30 juta. Bahkan petugas kepolisian langsung menurunkan anjing pelacak setelah ada laporan kemalingan dari pihak desa,” kata Kepala Desa Sindangpakuon, Moch Yusuf.

Dikatakan Yusuf, kawanan maling masuk diduga dari belakang kantor desa dengan memanjat benteng. Selanjutnya kawanan maling yang diperkirakan lebih dari satu orang itu masuk dengan cara mencongkel jendela samping kantor.

“Setelah mencongkel jendela samping kantor, maling masuk keruangan tempat kegiatan dan masuk ke ruang utama stap dengan cara mendobrak pintu menggunakan timbangan besi kuningan milik desa,” terang Yusuf.

Setelah mengacak-ngacak laci staf, kata Yusuf pencuri masuk ke ruangan kades dengan cara membuka kaca atas pintu ruangan. “Didalam ruangan itu maling mengambil uang yang sudah disimpan didalam 4 amplop. Uang tersebut sebenarnya disimpan dikantor karena akan digunakan untuk kegiatan desa,” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan kejadian itu tentunya pihak desa akan lebih waspada lagi karena para penjahat itu sangat nekad. “Kemungkinan maling masuk antara Sabtu malam atau Minggu malam karena pada Sabtu pagi masih ada kegiatan dikantor desa. Mungkin sekitar Jam 11 malam keatas kejadianya,” ucapnya.

Ketua BPD Desa Sindangpakuon, Toni mengatakan dengan kejadian pencurian yang kedua kalinya ini diharapkan nantinya kantor desa ada yang menjaganya.

“Bisa saja ada petugas khusus yang setiap harinya menjaga keamanan dikantor desa. Paling tidak jika ada petugas yang menjaga mungkin yang tadinya ada orang ingin berbuat jahat jadi urung niatnya karena ada pentugas,” harapnya.

Kejadian ini juga sebaiknya dijadikan pelajaran. Khususnya buat desa Sindangpakuon umumunya buat yang lainya karena orang yang akan berbuat jahat tentunya akan melihat situasi lingkunganya.

Di tempat berbeda, untuk kesekian kalinya SMAN Conggeang digerayangi gerombolan maling. Kali ini, pelaku mengacak-ngacak lima ruangan di sekolah tersebut. Masing-masing ruangan perpustakaan, ruang Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), ruang Laboratorium komputer serta dua buah ruangan kantin.

Diduga, maling masuk melalui pagar yang belum beres pengerjaannya. Kemudian, pelaku melewati kebun di sekitar sekolah dan mendongkel jendela ruangan-ruangan itu dengan menggunakan linggis kecil ataupun obeng.

Wakasek Kesiswaan SMAN Conggeang, Aman Rohmana SPd mengatakan para pelaku mengacak-ngacak kelima ruangan tersebut. Terangnya, berkas-berkas yang ada di ruangan berserakan di lantai dan beberapa laci terbuka.

“Kami tidak mengetahui secara jelas kapan pelaku masuk. Tetapi, berkas-berkas nampak berserakan dengan posisi laci terbuka,” ujar Aman.

Disebutkan Aman, ketika pihaknya memeriksa ruangan komputer, jendela beserta jerujinya sudah nampak terbuka. Sebutnya, kemungkinan pelaku masuk dengan membongkar paksa jeruji besi. Padahal, kata dia, jeruji tersebut telah dipaku dengan memakai paku yang berukuran tujuh Centimeter.

“Di ruangan komputer ini merupakan yang paling sering terjadi kebobolan. Walaupun telah dipaku dengan ukuran paku yang cukup besar, pelaku masih bisa memaksa masuk,” terangnya.

Dikatakan Aman, pelaku diduga mengambil hardware komputer secara paksa. Beberapa hardware komputer hilang, diantaranya motherboot, hardisk, memori dan lainnya. “Selain itu, masih ada kehilangan lainnya. Antara lain, LCD merk Acer sebanyak empat unit dan monitor dua unit,” jelasnya.

Terpisah Kapolsek Conggeang, AKP Supratno mengatakan kejadian SMAN Conggeang diketahui Senin (24/10) sekitar pukul 06.00. Terangnya, diduga pelaku masuk pertama kali ke ruang Wakasek dengan cara mencongkel kaca nako dan mengambil sejumlah uang. “Kemudian, pelaku keluar dan masul ke ruangan laboratorium dengan mencongkel kaca jendela belakang lalu merusak teralis,” katanya.

Dikatakan Supratno, disana pelaku berhasil mengambil CPU 4 unit, LCD merk Acer 4 unit, monitor dua unit merk Dell dan LG. Sebutnya, pelaku kembali keluar lewat jalan semula dan membawanya kabur.

“Akibat kejadian itu, SMAN Conggeang menderita kerugian sebesar Rp 13.800.000,” tandasnya.

Supratno lalu menghimbau agar sekolah yang berada di wilayah hukumnya memasang CCTV. Sebutnya, hal itu sangat berguna dan akan membantu untuk mengungkapkan suatu tindakan kejahatan.

“Kami sebelumnya telah manyarankan untuk setiap sekolah memasang CCTV. Selain itu, kewaspadaan para penjaga sekolah harus ditingkatkan jangan sampai kejadian ini kembali terulang,” tutupnya. (kos/atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed