oleh

Pupuk Indonesia Pensiunkan Pabrik Tua

PUPUK Indonesia terus meningkatkan efisiensi di tengah kondisi menurunnya rate produksi. Salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan menekan konsumsi bahan baku gas lewat program revitalisasi.

“Karena usia pabrik yang rata-rata sudah tua dan menggunakan teknologi lama, pabrik urea kita termasuk boros konsumsi gasnya. Rata-rata pabrik kita sudah berusia di atas 20 tahun dan konsumsi gasnya sekitar 35 MMBTU/ton,” ujar Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat.

Nantinya, pabrik-pabrik yang sudah tua dan boros itu akan dimatikan dan digantikan pabrik baru yang lebih efisien serta hemat energi dengan rata-rata konsumsi gas sektiar 25 MMBTU/ton.

Program revitalisasi yang telah berjalan antara lain pembangunan Pabrik Kaltim-5 di Bontang yang telah diresmikan Presiden Jokowi tahun lalu.

Kemudian Pusri 2B di Palembang yang diharapkan selesai tahun ini, serta pabrik Amurea 2 di Gresik yang ditargetkan beroperasi pada 2018.
“Kami juga meningkatkan penghematan biaya distribusi, dan biaya-biaya non gas lainnya,” tandas Aas.

Disamping itu, PT Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk hingga akhir bulan nanti berjalan aman di seluruh daerah. Dengan rincian stok urea 602.240 ton, NPK sebesar 385.290 ton, SP36 sebesar 124.186 ton, 89.532 ton, dan pupuk organik 91 ribu ton.
“Menghadapi musim tanam Oktober ini, kami bisa pastikan bahwa stok pupuk di semua daerah aman,” ujar Aas Asikin Idat.

Aas menjelaskan dalam hal ini Pupuk Indonesia mendapat penugasan penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 9,55 juta ton untuk semua jenis pupuk. Besaran ini ditentukan oleh alokasi yang ditetapkan Kementerian Pertanian.

“Jadi, tiap kabupaten mempunyai alokasi yang besarannya ditentukan oleh pemerintah, kami selaku produsen akan menyalurkan sesuai alokasi tersebut,” ucap Aas.

Untuk saat ini stok pupuk sampai Oktober 2016 untuk semua jenis pupuk bersubsidi di lini 3 mencapai 1.293.345 ton, atau hampir empat kali lipat dari ketentuan pemerintah.
“Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun. Jadi dari sisi stok sangat aman. Bila ada daerah yang mengeluhkan kekurangan pupuk, mungkin karena alokasi daerah tersebut sudah habis dan perlu mengajukan permohonan re-alokasi,” jelas Aas. (chi/jpnn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed